“Bersih-Bersih” Pajak dan Bea Cukai Dimulai, Prabowo Sentil Under Invoicing
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan langkah “bersih-bersih” terhadap praktik korupsi di lingkungan pejabat negara.
Upaya tersebut tidak hanya menyasar individu, tetapi juga institusi strategis yang berkaitan langsung dengan penerimaan negara, khususnya di sektor perpajakan dan kepabeanan.
Prabowo menyoroti pentingnya reformasi di lembaga seperti Direktorat Jenderal Pajak, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar tata kelola semakin transparan dan akuntabel.
Baca Juga : MBG Terus Dijalankan, Prabowo Pilih Cara Lain untuk Hemat
“Mungkin, dengan kita bersihkan Direktorat Pajak, ini ada peningkatan. Ini sekarang Bea Cukai harus kita bersihkan juga. Semua institusi-institusi kita harus kita bersihkan,” tutur Prabowo.
Dalam pernyataannya, Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap berbagai modus pelanggaran ekonomi seperti penipuan, penyelundupan, serta praktik under invoicing yang dinilai merugikan negara.
Ia menekankan pentingnya pembenahan tata kelola pemerintahan untuk menekan kebiasaan pelanggaran yang sering terjadi dalam aktivitas perdagangan dan impor.
”Kita harus beresin governance kita, ya kan. Hal-hal…. apa ya, kecenderungan selalu menipu bener nggak, nyelundup, under-invoicing, semua praktik-praktik itulah,” ucapnya dalam tayangan Prabowo Menjawab yang dikutip pada Rabu (25/3/2026).
Praktik under invoicing sendiri merupakan bentuk pelanggaran dengan melaporkan nilai barang lebih rendah dari harga transaksi sebenarnya. Cara ini biasanya dilakukan untuk mengurangi besaran bea masuk maupun pajak impor yang seharusnya dibayarkan.
Akibatnya, negara berpotensi kehilangan penerimaan yang seharusnya masuk ke kas negara. Selain itu, praktik tersebut juga dapat mengganggu daya saing industri dalam negeri, karena barang impor dapat dijual dengan harga lebih murah dari seharusnya.
Prabowo menilai bahwa langkah penertiban yang dilakukan pemerintah mulai memperlihatkan hasil nyata, terutama dari sisi penerimaan pajak negara.
Ia menyebut adanya tren peningkatan yang terlihat dalam beberapa bulan terakhir, sebagai indikasi awal keberhasilan langkah pembenahan yang sedang dijalankan.
”Ini pelan-pelan kita benahi. Saya ya, kita berharap, kalau kita lihat penerimaan pajak kita, sudah kelihatan trajectory naik,” ucapnya.
”Januari, Februari, Maret ini naiknya cukup signifikan. Naiknya tuh sekitar 30 persen loh. Mudah-mudahan bertahan,” sambungnya.
Baca Juga : Efisiensi MBG Bisa Tembus Rp40 Triliun, Purbaya Ungkap Laporan BGN

[…] “Bersih-Bersih” Pajak dan Bea Cukai Dimulai, Prabowo Sentil Under Invoicing […]
[…] “Bersih-Bersih” Pajak dan Bea Cukai Dimulai, Prabowo Sentil Under Invoicing […]