Trump Soroti Minyak Iran: Peluang Besar Hasilkan Uang
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya ingin menguasai sumber minyak Iran apabila memiliki kewenangan penuh untuk melakukannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan dalam acara tahunan di Gedung Putih, yakni White House Easter Egg Roll. Ia menjawab pertanyaan mengenai dukungan gerakan Make America Great Again (MAGA) terhadap konflik yang sedang berlangsung.
Baca Juga : Ini Tanggapan BGN, Ketika Motor Berlogo MBG Viral di Medsos
Trump mengatakan bahwa Partai Republik pada dasarnya mendukung kebijakan militernya terhadap Iran, meskipun di sisi lain terdapat harapan agar pasukan Amerika dapat kembali ke dalam negeri.
“Tetapi ingat bahwa perang berlangsung bertahun-tahun, kita berada di sana selama 34 hari, dan kita telah menghancurkan negara yang sangat kuat. Jika itu terserah saya, saya ingin mengambil minyaknya,” ujarnya.
“Tapi saya rasa orang-orang Amerika Serikat tidak akan mengerti,” katanya lagi.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut berdampak pada stabilitas kawasan dan jalur distribusi energi global.
Trump Sebut Latar Belakang Pebisnis Jadi Alasan Ideologi Ekonomi
Trump juga menegaskan bahwa gagasan untuk menguasai minyak Iran dan memperoleh keuntungan ekonomi berkaitan erat dengan latar belakangnya sebagai seorang pengusaha.
Pernyataan itu ia sampaikan saat berbicara kepada wartawan di ruang Oval Office, usai pidatonya terkait operasi pencarian dan penyelamatan dua pilot jet tempur F-15E milik Amerika Serikat.
“Ya, saya seorang businessman terlebih dahulu,” kata Trump, lebih lanjut merujuk pada operasi militer AS di Venezuela, yang menyebabkan penangkapan presiden petahana Nicolas Maduro dan istrinya; Cilia Flores, dan kemudian pembelian jutaan barel minyak dari negara tersebut.
“Kami telah bermitra [dengan Venezuela], dan kami telah mengambil ratusan juta barel yang telah digunakan dan dimurnikan,” kata Trump.
Dalam kesempatan terpisah, Trump juga menyatakan bahwa Iran diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk memulihkan infrastrukturnya setelah konflik.
“Kita bisa pergi sekarang, dan mereka akan membutuhkan waktu 15 tahun untuk membangun kembali apa yang mereka miliki… Tapi saya ingin menyelesaikannya. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” papar Trump.
“Mereka orang gila—dan Anda tidak bisa memberikan senjata nuklir kepada orang gila,” imbuh dia, seperti dikutip dari Hindustan Times, Selasa (7/4/2026).
Trump Desak Iran Buka Selat Hormuz
Selain menyampaikan rencana ekonomi, Trump juga memberikan peringatan keras kepada Iran terkait jalur pelayaran strategis dunia, yakni Selat Hormuz.
Ia mendesak pemerintah Iran untuk segera membuka jalur tersebut bagi pelayaran internasional. Trump bahkan memperingatkan adanya konsekuensi serius apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Baca Juga : Imbas Konflik Timteng, Airlangga Buka Suara Terkait Harga BBM Non Subsidi
Dalam pernyataan lain kepada wartawan, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil langkah tegas apabila Iran tidak segera membuka akses pelayaran di Selat Hormuz.
Situasi di kawasan tersebut saat ini masih memanas, dengan konflik militer yang terus berlanjut dan memicu lonjakan harga minyak global serta gangguan distribusi energi dunia.

[…] Trump Soroti Minyak Iran: Peluang Besar Hasilkan Uang […]