Gencatan Senjata Terancam Gagal? Wapres AS Mendadak Sebut Iran “Bodoh”
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memperingatkan Iran agar tidak mengganggu kesepakatan gencatan senjata dengan Washington di tengah berlanjutnya serangan Israel di Lebanon.
Pernyataan tersebut disampaikan merespons klaim Iran dan Pakistan yang menyebut Lebanon seharusnya termasuk dalam cakupan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Iran Ancam Berperang dan Tutup Hormuz Lagi setelah AS Serang Lebanon
AS tegaskan Lebanon tidak termasuk gencatan senjata
Vance menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah menyetujui penghentian operasi militer Israel di Lebanon dalam kesepakatan tersebut.
“Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini berantakan dalam konflik di mana mereka telah dipukul habis-habisan hanya demi Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka dan di mana Amerika Serikat tidak pernah sekalipun menyatakan bahwa itu adalah bagian dari gencatan senjata, maka itu adalah pilihan mereka,” terang Vance.
“Kami pikir itu akan menjadi tindakan yang bodoh, tetapi itu adalah pilihan mereka,” tambah dia.
Ia juga menyebut adanya kesalahpahaman dalam komunikasi diplomatik terkait isi kesepakatan tersebut.
“Ada banyak negosiasi dengan itikad buruk dan banyak propaganda dengan itikad buruk yang terjadi. Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang sah. Saya pikir pihak Iran mengira bahwa gencatan senjata itu mencakup Lebanon, padahal sebenarnya tidak,” tutur dia.
Israel disebut beri jaminan demi negosiasi
Dalam kesempatan yang sama, Vance mengungkapkan bahwa Israel telah memberikan jaminan tertentu untuk menjaga kelangsungan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
“Karena mereka ingin memastikan bahwa negosiasi AS-Iran berhasil,” ujar Vance, merujuk pada komitmen Israel untuk menahan diri dalam operasi militernya di Lebanon.
Pernyataan ini menunjukkan adanya upaya menjaga stabilitas diplomatik meski konflik di kawasan masih berlangsung.
Baca Juga: Siap Buka Jalur Negosiasi, Israel Minta Senjata Hizbullah Dilucuti
Iran beri ultimatum dan ancaman balasan
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Amerika Serikat harus memilih antara mempertahankan gencatan senjata atau melanjutkan konflik melalui Israel.
“Syarat Gencatan Senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih gencatan senjata atau melanjutkan perang melalui Israel. Mereka tidak bisa mendapatkan keduanya,” tulis Araghchi.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengeluarkan ancaman akan melancarkan serangan balasan jika Israel tidak menghentikan operasinya di Lebanon.
“Jika agresi terhadap Lebanon yang tercinta tidak segera dihentikan, kami akan melakukan tugas kami dan memberikan tanggapan yang menyedihkan kepada para agresor jahat di kawasan tersebut,” demikian pernyataan resmi IRGC.

[…] Gencatan Senjata Terancam Gagal? Wapres AS Mendadak Sebut Iran “Bodoh” […]