Tegas! Rencana Negosiasi Israel-Lebanon Ditolak Hizbullah
Kelompok Hizbullah memberikan tanggapan, setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan pembukaan jalur negosiasi dengan Lebanon.
Anggota parlemen Hizbullah, Ali Fayyad, menyampaikan bahwa kelompoknya menolak keras rencana dialog langsung antara Israel dan Lebanon.
“Kami menegaskan kembali penolakan kami terhadap negosiasi langsung antara Lebanon dan musuh Israel,” kata Fayyad dilansir AFP, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga : Gencatan Senjata Terancam Gagal, Wapres AS Sebut “Bodoh”
Fayyad menilai pemerintah Lebanon tidak perlu membuka pembicaraan dengan Israel pada situasi saat ini. Hizbullah juga menekankan pentingnya penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon, sebagai langkah utama sebelum membahas negosiasi lebih lanjut.
“Perlunya menjunjung tinggi prinsip-prinsip nasional, yang terpenting di antaranya adalah penarikan pasukan Israel, penghentian permusuhan, dan kembalinya penduduk ke desa dan kota mereka,” kata Fayyad.
Ia menambahkan bahwa Hizbullah mendesak pemerintah Lebanon untuk terlebih dahulu memastikan penerapan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, sebelum memasuki tahap perundingan lanjutan.
Sebelumnya, pemerintah Israel mengumumkan kesiapan membuka dialog langsung dengan Lebanon sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.
Netanyahu menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan kabinet untuk segera memulai pembicaraan langsung dengan pihak Lebanon.
“Mengingat permintaan berulang Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya menginstruksikan kabinet kemarin untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon sesegera mungkin,” tulis pernyataan kantor Netanyahu dilansir AFP, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa pembicaraan tersebut akan menitikberatkan pada isu pelucutan senjata Hizbullah. Ia juga menegaskan bahwa Israel membuka peluang untuk membangun hubungan damai dengan pemerintah Lebanon di masa mendatang.
Baca Juga : Trump Keluarkan Pernyataan Lagi, Gencatan Senjata Terancam?
“Negosiasi akan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan membangun hubungan damai antara Israel dan Lebanon. Israel menghargai seruan Perdana Menteri Lebanon hari ini untuk demiliterisasi Beirut,” tambah siaran pers tersebut.
Langkah ini menunjukkan adanya upaya diplomasi baru di tengah konflik yang masih berlangsung, meskipun penolakan dari Hizbullah menjadi tantangan utama dalam proses negosiasi tersebut.

[…] Tegas! Rencana Negosiasi Israel-Lebanon Ditolak Hizbullah […]