Breaking: Trump Buat Pernyataan Lagi, Gencatan AS-Iran di Ujung Tanduk?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pasukan militer AS yang berada di sekitar Iran akan tetap siaga hingga tercapai kesepakatan yang benar-benar dipatuhi oleh semua pihak.
Pernyataan ini disampaikan di tengah rapuhnya gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, yang diumumkan setelah eskalasi konflik di kawasan, termasuk serangan Israel di Lebanon yang menewaskan ratusan orang.
Baca Juga: Proposal Iran Dinilai Trump Bermasalah, Gencatan Senjata Bermasalah?
AS siaga hingga kesepakatan dipatuhi
Trump menegaskan seluruh kekuatan militer AS akan tetap berada di kawasan tersebut sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi lanjutan.
“Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS, beserta amunisi, persenjataan, dan segala sesuatu yang sesuai dan diperlukan untuk penyerangan dan penghancuran musuh yang sudah sangat lemah, akan tetap berada di dalam dan sekitar Iran, sampai kesepakatan yang sebenarnya dipatuhi sepenuhnya,” ujar Trump melalui media sosialnya.
Ia juga memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak berjalan sesuai rencana, respons militer yang lebih besar dapat terjadi.
“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang sangat tidak mungkin, maka ‘Penembakan Dimulai’ lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya. Itu telah disepakati sejak lama, dan terlepas dari semua retorika palsu yang bertentangan – TIDAK ADA SENJATA NUKLIR dan, Selat Hormuz AKAN TERBUKA & AMAN,” lanjut dia.
“Sementara itu, militer kita yang hebat sedang bersiap dan beristirahat, sebenarnya menantikan penaklukan berikutnya. AMERIKA KEMBALI!’’ tambahnya.
Baca Juga: Setelah Lebanon Diserang Israel, Iran Ancam Perang dan Tutup Hormuz Lagi
Di sisi lain, Iran menyatakan tetap akan membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz selama masa gencatan senjata, meskipun tetap menegaskan dominasi atas wilayah tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi perdagangan global, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi wilayah tersebut dalam kondisi normal.
Iran juga menegaskan tuntutan terkait program pengayaan uranium, sementara Trump menyebut isu tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dalam kesepakatan yang sedang diupayakan.
