Saling Menyalahkan Gagalnya Negosiasi, Ini Versi AS-Iran
Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang meski telah menggelar perundingan maraton hingga Minggu (12/4/2026).
Kegagalan ini terjadi setelah negosiasi selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, yang diharapkan dapat mengakhiri konflik berkepanjangan.
Seluruh delegasi kini telah meninggalkan ibu kota Pakistan tersebut setelah pembicaraan berakhir tanpa hasil, di tengah perang yang telah menewaskan ribuan orang dan memicu lonjakan harga minyak global.
Baca Juga: AS-Israel dan Iran di Ambang Perang Lagi karena Negosiasi Gagal?
AS dan Iran saling tuding penyebab kegagalan
Pembicaraan di Islamabad menjadi pertemuan langsung pertama antara AS dan Iran dalam lebih dari satu dekade, sekaligus yang tertinggi sejak Revolusi Islam 1979.
Namun, setelah perundingan berakhir, kedua pihak justru saling menyalahkan atas kegagalan tersebut.
Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi mengatakan hasil ini lebih merugikan Iran.
“Berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu berita buruk bagi Iran jauh lebih daripada bagi Amerika Serikat,” ungkap Vance kepada wartawan sesaat sebelum meninggalkan Islamabad.
“Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami,” lanjut dia.
Vance menyebut Iran menolak sejumlah syarat utama yang diajukan Washington, termasuk komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
“Kami perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir dan tidak akan mengejar alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir. Itulah tujuan utama Presiden AS, dan itulah yang kami coba capai melalui negosiasi ini,” tutur dia.
Baca Juga: Iran dan AS Negosiasi 15 Jam di Islamabad, Hasilnya Jauh dari Harapan
Isu nuklir dan Selat Hormuz jadi penghambat
Di sisi lain, Iran menilai kegagalan negosiasi tidak terlepas dari sikap AS yang dianggap berlebihan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pembicaraan berlangsung dalam suasana penuh ketidakpercayaan.
“Wajar jika kita tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan hanya dalam satu sesi,” ujar Jubir Kemenlu Iran.
Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan pemerintah Iran juga menyalahkan tuntutan AS yang dinilai menghambat tercapainya kesepakatan.
“Negosiasi antara tim Iran dan Amerika berakhir beberapa menit yang lalu dan, karena apa yang digambarkan sebagai campur tangan dan ambisi AS yang berlebihan, kedua pihak sejauh ini gagal mencapai kesepakatan,” lapor koresponden Tasnim dari Islamabad.
Sejumlah media Iran menyebut sebenarnya telah ada kesepakatan pada beberapa isu, namun perbedaan utama tetap terjadi pada program nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.
Baca Juga: Bukan Tanpa Alasan, Ini Permintaan AS ke Iran yang Buat Negosiasi Gagal
