AS-Iran Negosiasi 15 Jam di Pakistan, Hasilnya Jauh dari Harapan
Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung maraton hingga 15 jam di Islamabad, Pakistan. Diskusi memasuki hari kedua pada Minggu (12/4/2026) dini hari setelah delegasi kedua negara melanjutkan pembicaraan hingga melewati tengah malam di sebuah hotel mewah di ibu kota Pakistan.
Proses negosiasi dilakukan secara tertutup tanpa eksposur publik. Sementara itu, sejumlah jurnalis internasional menunggu perkembangan terbaru di pusat konvensi yang menjadi lokasi pemantauan media.
Baca Juga : Wapres AS Sebut Lebanon Tidak Masuk Wilayah Negosiasi, Iran Salah Paham!
Delegasi Washington dipimpin langsung oleh Wakil Presiden, JD Vance. Pertemuan ini menjadi momen penting, karena ia merupakan pejabat Amerika Serikat dengan posisi tertinggi yang bertemu langsung dengan pihak Iran sejak Revolusi Islam Iran 1979.
Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung hanya beberapa hari setelah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mereda, yang sebelumnya sempat mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah serta mempengaruhi ekonomi global.
Media Iran melaporkan bahwa kedua pihak sempat menghentikan sementara pembicaraan menjelang waktu fajar. Selain itu, pihak Teheran juga menuding Washington mengajukan tuntutan yang dinilai berlebihan, khususnya terkait pengaturan di Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pembicaraan yang berlangsung merupakan bagian dari proses negosiasi mendalam. Namun, dalam pernyataannya kepada wartawan pada Sabtu, ia menyebut hasil akhir perundingan bukan menjadi hal yang penting baginya.
Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah memenangkan konflik militer, setelah sebelumnya menargetkan para pemimpin Iran, dan merusak sejumlah infrastruktur militer penting.
“Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak ada bedanya bagi saya. Alasannya karena kita sudah menang,” kata Trump, dikutip dari laporan AFP, Minggu (12/4/2026).
Meski pernyataan Trump menunjukkan sikap percaya diri, pejabat Pakistan yang terlibat dalam proses diplomasi menyampaikan bahwa jalannya pembicaraan menunjukkan perkembangan positif.
“Diskusi bergerak secara positif dan suasana keseluruhan kondusif,” ujar pejabat tersebut kepada AFP dengan syarat anonim.
Berbeda dengan perundingan sebelumnya, pertemuan kali ini mempertemukan delegasi Amerika Serikat dan Iran secara langsung, tanpa melibatkan mediator pihak ketiga.
Baca Juga : Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Washington Bela Diri!
Pihak Iran disebut secara khusus meminta kehadiran JD Vance dalam negosiasi karena posisinya sebagai pejabat tinggi, serta pandangannya yang sebelumnya dilaporkan menolak keterlibatan dalam perang.
Delegasi Amerika Serikat juga diikuti oleh tokoh politik Jared Kushner dan Steve Witkoff.
Sementara itu, delegasi Iran terdiri dari sekitar 70 anggota yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta diikuti oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Pertemuan langsung tanpa mediator ini, dinilai menjadi langkah penting dalam upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kedua negara setelah periode konflik yang cukup intens.

[…] AS-Iran Negosiasi 15 Jam di Pakistan, Hasilnya Jauh dari Harapan […]