Breaking News! Iran Siap Hentikan Nuklir, Tapi Hanya 5 Tahun
Iran mengumumkan kesediaannya menangguhkan program pengayaan uranium selama lima tahun di tengah upaya negosiasi dengan Amerika Serikat.
Program pengayaan uranium selama ini menjadi sorotan negara-negara Barat karena berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir, terutama jika tingkat pemurnian mencapai 90 persen.
Laporan The New York Times menyebutkan usulan tersebut berasal dari dua pejabat senior Iran dan satu sumber pejabat AS.
Baca Juga: Rencana Negosiasi Bau Gencatan AS-Iran Diungkap Trump di Pakistan
Namun, proposal itu ditolak oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menginginkan penangguhan selama 20 tahun dalam perundingan di Islamabad, Pakistan.
“Teheran mengajukan tanggapan resmi pada hari Senin yang menyatakan bahwa mereka hanya akan setuju untuk melakukannya selama lima tahun,” demikian laporan tersebut.
“Pejabat AS mengatakan Presiden Donald Trump menolak proposal tersebut, menambahkan bahwa Iran juga menolak permintaan Amerika untuk menghilangkan persediaan uranium yang sudah sangat diperkaya,” lanjut laporan itu.
“Meskipun Iran dilaporkan mengatakan mereka akan mengencerkan bahan yang diperkaya tersebut, mereka (Iran) diyakini dapat membalikkan langkah itu lagi di kemudian hari dan kembali memperkayanya hingga tingkat senjata nuklir.”
Selain itu, isu pemindahan uranium ke luar negeri juga menjadi titik perbedaan, di mana Iran bersikeras agar material tersebut tetap berada di dalam wilayahnya.
Baca Juga: Ini 3 Poin Inti Pakta Kerja Sama Pertahanan yang Diteken AS-RI
Negosiasi belum temui titik temu
Meski proposal belum disepakati, peluang pembicaraan lanjutan antara kedua negara disebut masih terbuka.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan posisi Washington tetap tegas dalam negosiasi.
“Bola sekarang berada di tangan Iran,” kata Vance.
Ia menambahkan bahwa Iran memang menunjukkan sejumlah kemauan untuk menyesuaikan posisi, namun dinilai belum cukup.
Pernyataan tersebut mencerminkan masih jauhnya perbedaan antara kedua pihak dalam mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran.
