Menkeu Sebut Investor AS Semakin Tertarik Investasi di Indonesia
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa minat investor asal Amerika Serikat terhadap Indonesia menunjukkan tren positif. Ia menyebut para investor kini semakin tertarik menanamkan modal, khususnya melalui instrumen pasar keuangan seperti obligasi dan saham.
“Sekarang mereka bilang mereka semakin bersemangat untuk melakukan investasi di Indonesia.” kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari tayangan Headline News, Metro TV, Minggu, 19 April 2026.
Baca Juga : Ditutup Kembali, Kapal Pertamina yang Tertahan di Hormuz Terus Dipantau
Pertemuan antara Purbaya dan para investor tersebut berlangsung di Washington DC pada Selasa, 14 April 2026 waktu setempat. Dalam pertemuan itu, investor global dari Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan lebih besar pada investasi portofolio dibandingkan investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).
Jenis instrumen yang paling diminati investor meliputi surat berharga berpendapatan tetap serta saham, yang dinilai memiliki potensi keuntungan menarik di tengah stabilitas ekonomi Indonesia.
Menurut Purbaya, sebelum menanamkan dana, para investor terlebih dahulu ingin memahami arah kebijakan fiskal serta pengelolaan anggaran negara. Mereka menilai bahwa strategi pemerintah Indonesia dinilai memiliki kredibilitas dan keberlanjutan jangka panjang.
Selain instrumen pasar modal, ketertarikan terhadap investasi pada sektor riil juga mulai terlihat, meskipun fokus utama investor saat ini masih pada investasi portofolio.
“Jadi yang penting adalah pandangan investor Amerika dan global, mungkin global juga ya, ke Indonesia itu berubah dan mereka mulai mempercayai program-program Pak Prabowo dan yang penting mereka melihat ke depan kita bisa tumbuh secara berkesinambungan.” ucapnya.
Baca Juga : Iran Sebut Trump Bohong 7 Kali dalam 1 Jam
Ia menambahkan bahwa optimisme terhadap minat investasi tersebut diyakini dapat segera terwujud dalam waktu dekat. Realisasi investasi tersebut diperkirakan mampu mendorong kinerja pasar modal Indonesia mencapai level yang lebih tinggi serta memperkuat stabilitas ekonomi nasional.
