Kapalnya Ditembaki AS di Teluk Oman, Iran Janji Akan Membalas
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan militer AS telah menembaki sekaligus menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran. Langkah tersebut langsung memicu ancaman balasan dari pihak militer Iran.
“Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata ini dan militer AS,” kata juru bicara pusat komando militer, Khatam Al-Anbiya, seperti dikutip oleh kantor berita ISNA, dilansir kantor berita AFP, Senin (20/4/2026).
Baca Juga : Pemerintah Tetap Pantau Kondisi Kapal Pertamina yang Tertahan!
Pusat komando militer Iran tersebut, juga menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya diberlakukan sejak 8 April 2026.
Sebelumnya, Trump menyampaikan bahwa tindakan penyitaan dilakukan setelah kapal kargo Iran berusaha menembus blokade Angkatan Laut AS di wilayah Teluk Oman.
“Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama Touska, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dilansir CNN dan AFP.
“Kapal Perusak Rudal Terarah Angkatan Laut AS USS Spruance mencegat Touska di Teluk Oman, dan memberi mereka peringatan untuk berhenti. Awak kapal Iran menolak untuk mendengarkan, jadi kapal angkatan laut kami menghentikan mereka tepat di jalur mereka dengan meledakkan lubang di ruang mesin. Saat ini, marinir AS telah mengamankan kapal tersebut.”
Pengumuman dari Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dunia.
Washington menilai langkah Iran menutup sebagian jalur pelayaran di kawasan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Sementara itu, pihak Iran menyebut tindakan tersebut sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai “pelanggaran kepercayaan” oleh Amerika Serikat.
Insiden penyitaan kapal ini terjadi ketika jalur pelayaran di Selat Hormuz praktis tertutup sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meningkat sekitar tujuh minggu terakhir.
Iran sempat membuka kembali jalur tersebut pada Jumat, sebagai bentuk respons terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah di Lebanon. Namun, jalur kembali ditutup pada hari berikutnya sebagai tanggapan terhadap blokade laut yang masih diberlakukan Amerika Serikat terhadap kapal yang menuju maupun meninggalkan pelabuhan Iran.
Baca Juga : Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Selat Hormuz Kembali Tutup
Trump juga menyebut kapal kargo bernama Touska tersebut telah masuk dalam daftar sanksi United States Department of the Treasury, karena diduga terlibat dalam aktivitas ilegal sebelumnya.
Berdasarkan data pemantauan pelayaran dari situs Marine Traffic, sekitar enam jam sebelum pengumuman Trump, kapal Touska terdeteksi berada sekitar 45 kilometer dari pesisir selatan Iran, dekat wilayah Chabahar.
Sementara itu, situs pelacakan kapal Tanker Tracker melaporkan bahwa kapal Touska diketahui berlayar dari Malaysia sebelum akhirnya dicegat oleh pasukan Amerika Serikat.
