Selat Hormuz Ditutup Lagi, Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Gencatan
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran resmi menutup Selat Hormuz di tengah konflik yang belum mereda dengan Amerika Serikat (AS).
Langkah tersebut diumumkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai respons atas tudingan pelanggaran gencatan senjata oleh pihak AS.
Baca Juga: Publik AS Protes saat Trump Sebut Perang Iran “Pengalihan Kecil”
Iran Tutup Selat Hormuz
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut penutupan Selat Hormuz dilakukan karena AS dinilai masih mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran.
“Karena pelanggaran syarat gencatan senjata dan musuh (Amerika) belum mencabut blokade angkatan laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran, Selat Hormuz resmi ditutup mulai malam ini hingga blokade tersebut dicabut,” tulis IRGC.
Sebelumnya, Iran sempat melonggarkan aturan dengan mengizinkan kapal non-militer melintas melalui koridor khusus usai pengumuman gencatan senjata.
Namun, keputusan terbaru ini menandai perubahan sikap Teheran yang kembali memperketat akses di jalur pelayaran strategis tersebut.
Baca Juga: Pendapatan Selat Hormuz Ditaksir Iran Mencapai Rp258 T
Ancaman Militer dan Latar Belakang Konflik
IRGC juga mengeluarkan peringatan keras terhadap kapal yang mencoba melintasi wilayah tersebut tanpa izin.
“Pernyataan yang dibuat Presiden AS terkait Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak memiliki dasar hukum. IRGC tetap menjadi satu-satunya otoritas resmi yang mengatur jalur perairan tersebut,” ungkap IRGC.
Iran menyatakan setiap kapal yang melanggar larangan tersebut akan dianggap sebagai pihak yang bekerja sama dengan musuh dan berpotensi menjadi sasaran militer.
Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan akan mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz hingga tercapai kesepakatan permanen.
Penutupan ini berakar dari konflik yang dimulai sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, yang kemudian diikuti gencatan senjata dua minggu pada awal April.
Namun, Iran menilai AS tidak menunjukkan itikad baik karena tetap melanjutkan blokade laut.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa kendali selat kini sepenuhnya berada di bawah pengawasan militer Iran.
“Amerika terus terlibat dalam tindakan ‘pembajakan’ dengan kedok blokade. Oleh karena itu, pengelolaan selat strategis ini berada sepenuhnya dalam pengawasan ketat kami,” imbuh Zolfaghari.
Baca Juga: Iran Siap Buka Selat Hormuz Lagi, Tapi Ada Syaratnya

[…] Selat Hormuz Ditutup Lagi, Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Gencatan […]
[…] Selat Hormuz Ditutup Lagi, Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Gencatan […]