6 Kali Lolos dari Penembakan, Trump Selamat Lagi di Insiden Penembakan Jamuan Makan Malam
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengalami insiden penembakan saat menghadiri jamuan makan malam koresponden Gedung Putih pada Sabtu (25/4/2026).
Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dan disebut membawa beberapa jenis senjata sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh aparat pengamanan.
Baca Juga: AS Dapat Tawaran Gencatan Senjata Terbaru dari Iran lewat Pakistan
Insiden penembakan terbaru yang dialami Trump
Penjabat Jaksa Agung AS Todd Blanche menyebut pelaku diduga memang menargetkan pejabat pemerintah, termasuk presiden.
“Tampaknya dia memang berniat menargetkan orang-orang yang bekerja di pemerintahan, kemungkinan termasuk presiden,” ungkap Blanche.
Usai insiden tersebut, Trump membandingkan dirinya dengan Abraham Lincoln yang tewas dibunuh pada 1865.
“Saya telah mempelajari pembunuhan tokoh-tokoh besar, dan harus saya katakan, orang-orang yang paling berdampak, merekalah yang menjadi target,” kata Trump.
Baca Juga: Menlu Iran Ungkap Nasib Nego dengan AS ke Rusia
Rentetan ancaman terhadap Trump sejak 2016
Insiden terbaru ini menambah panjang daftar ancaman terhadap Trump dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Februari 2026, seorang pria bernama Austin Tucker Martin tewas ditembak setelah mencoba memasuki kediaman Trump di Mar-a-Lago, Florida, dengan membawa senjata api dan tabung gas.
Sebelumnya pada September 2024, Ryan Routh mencoba melakukan penembakan menggunakan senapan AK-47 saat Trump bermain golf di West Palm Beach, Florida, sebelum akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Pada Juli 2024, Trump juga nyaris tewas ketika delapan tembakan dilepaskan saat ia berkampanye di Butler, Pennsylvania.
Pelaku, Thomas Matthew Crooks, sempat melukai telinga kanan atas Trump sebelum ditembak mati oleh penembak jitu.
Di tahun yang sama, seorang pria asal Pakistan, Asif Merchant, divonis bersalah karena merencanakan pembunuhan terhadap Trump dan pejabat AS lainnya.
Lebih jauh ke belakang, ancaman terhadap Trump juga sudah muncul sejak masa kampanye 2016.
Seorang warga Inggris, Michael Sandford, mencoba merebut senjata polisi dalam sebuah acara kampanye di Las Vegas dengan niat membunuh Trump.
Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap Trump telah berlangsung lama dan terus berulang dalam berbagai bentuk.
Baca Juga: Selamat dari Penembakan, Trump Disebut Makin Merasa Superior

[…] 6 Kali Lolos dari Penembakan, Trump Selamat Lagi di Insiden Penembakan Jamuan Makan Malam […]