Kemenkeu Sebut Subsidi Energi Tembus Rp118,7 T, Naik 266% di Maret 2026
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa realisasi subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp 118,7 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini melonjak signifikan sebesar 266,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca Juga : Penjualan Senjata Rp 148 Triliun ke Timur Tengah Dapat Persetujuan AS!
Dari total tersebut, porsi subsidi tercatat sebesar Rp 52,2 triliun, sementara kompensasi mencapai Rp 66,5 triliun per 31 Maret 2026.
“Realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh fluktuasi ICP, depresiasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume BBM, LPG, dan listrik,” tulis Kemenkeu dalam Laporan APBN KITA, dikutip Senin (4/5/2026).
Kemenkeu juga menyoroti bahwa ketidakstabilan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan beban subsidi energi.
Meski demikian, Indonesia dinilai sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi kondisi serupa, seperti saat lonjakan harga energi pada konflik konflik Rusia-Ukraina 2022.
Secara rinci, realisasi subsidi hingga Maret 2026 mencakup BBM sebesar 3,17 juta kiloliter, meningkat 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,90 juta kiloliter.
Baca Juga : Breaking! Pemerintah Tarik Utang Baru Hingga Maret 2026
Sementara itu, penyaluran LPG 3 kg tercatat sebanyak 1.419 juta kilogram, naik 7,5% dari realisasi Maret 2025 sebesar 1.368 juta kilogram. Untuk sektor listrik, jumlah pelanggan bersubsidi juga bertambah dari 41,9 juta menjadi 42,9 juta pelanggan, atau mengalami pertumbuhan sekitar 2,4%.

[…] Kemenkeu Sebut Subsidi Energi Tembus Rp118,7 T, Naik 266% di Maret 2026 […]
[…] Baca Juga: Subsidi Energi Disebut Kemenkeu Tembus Rp118,7 T, Naik 266 Persen di Maret 2026 […]
[…] Baca Juga: Subsidi Energi Disebut Kemenkeu Tembus Rp118,7 T, Naik 266 Persen! […]