Iran Ultimatum 1 Bulan, Nasib Selat Hormuz Dipertaruhkan
Iran menetapkan tenggat waktu selama satu bulan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Targetnya mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade laut oleh AS, serta mengakhiri konflik yang berlangsung baik di Iran maupun di Lebanon yang menjadi basis Hizbullah.
Laporan dari Axios yang dikutip Anadolu Agency dan Middle East Monitor pada Senin (4/5/2026) menyebutkan bahwa batas waktu tersebut tercantum dalam proposal revisi 14 poin yang diajukan Teheran kepada Washington pada Kamis (30/4).
Baca Juga : Subsidi Energi RI Naik 266% di Maret 2026
Berdasarkan keterangan dua sumber yang mengetahui isi dokumen tersebut, proposal Iran menetapkan waktu yang cukup ketat untuk mencapai kesepakatan awal. Kesepakatan itu mencakup akses jalur laut, penghentian blokade angkatan laut AS, serta gencatan senjata permanen di dua wilayah konflik.
“Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk — tetapi saat ini, kita akan melihat. Ada kemungkinan hal itu bisa terjadi, tentu saja,” kata Presiden AS Donald Trump kepada wartawan pada Sabtu (2/5), ketika ditanya apakah dia dapat memerintahkan serangan baru terhadap Iran.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa tahap kedua dari proposal tersebut baru akan dijalankan setelah kesepakatan awal tercapai. Tahap ini akan difokuskan pada negosiasi lanjutan selama satu bulan terkait program nuklir Iran.
Meski sebelumnya Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal terbaru Iran, ia tetap menyampaikan bahwa dokumen tersebut akan dipelajari lebih lanjut. Pernyataan itu disampaikan sebelum keberangkatannya dari Palm Beach menuju Miami.
“Saya sedang mempelajarinya. Saya akan memberi tahu Anda nanti. Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberi saya kata-kata yang tepat sekarang,” kata Presiden AS tersebut.
Namun, tak lama berselang, Trump mengeluarkan pernyataan dengan nada lebih keras melalui media sosial Truth Social. Ia menilai proposal tersebut sulit untuk diterima.
Baca Juga : Konflik Israel dan Lebanon Memanas, Warga Arab Diminta Mengungsi
Dia mengatakan bahwa dirinya “tidak dapat membayangkan bahwa itu akan dapat diterima”.
Trump juga menegaskan bahwa Iran “belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir”.
Dalam pernyataan terpisah, Trump menggambarkan kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai langkah yang “sangat ramah” dan tidak dapat diperdebatkan. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan klaimnya bahwa permusuhan telah “diakhiri”.

[…] Iran Ultimatum 1 Bulan, Nasib Selat Hormuz Dipertaruhkan […]