Bahlil Dorong CNG, LPG Bakal Tergeser Energi Murah?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terus mendorong pencarian sumber energi alternatif untuk menggantikan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Salah satu opsi yang kini diprioritaskan adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG).
Energi gas tersebut bahkan disebut memiliki potensi harga lebih rendah dibanding LPG. Berdasarkan hasil kajian, penggunaan CNG diperkirakan dapat menekan biaya hingga sekitar 30%.
“CNG itu sudah dilakukan kajian. Harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah,” terang Bahlil beberapa waktu yang lalu.
Bahlil menjelaskan, keunggulan harga CNG berasal dari ketersediaan bahan baku gas di dalam negeri yang cukup melimpah serta dukungan industri lokal. Kondisi ini membuat ketergantungan impor bisa ditekan dan biaya transportasi menjadi lebih efisien.
Baca Juga : Kelompok Garis Keras Iran Ancam Damai AS-Iran!
“Jadi kita tidak melakukan impor, cost trasnportasinya saja sudah bisa mengcover,” ungkap Bahlil.
Ia juga menyebutkan bahwa sumber gas untuk CNG tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki potensi gas bumi. Hal ini membuat distribusi dinilai lebih hemat dan efektif.
“Dan kalau ditanya apakah sudah perform untuk jalan atau tidak, pada skala yang besar sudah jalan. Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian MBG, dapur-dapur MBG sudah pakai itu,” terangnya.
Bakal Disubsidi
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tetap akan memberikan subsidi pada penggunaan CNG, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan energi tetap berpihak kepada masyarakat.
“Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat, ya,” ujar Bahlil usai pelantikan di Kementerian ESDM, beberapa waktu yang lalu.
Pemerintah juga menargetkan harga CNG nantinya dapat setara dengan LPG 3 kilogram yang saat ini digunakan masyarakat luas.
“Doakan seperti itu ya. Minimal sama. Minimal sama,” kata Bahlil.
Baca Juga : Beijing Pelajari Celah Militer AS di Perang AS-Iran
Saat ini, program tersebut masih berada pada tahap uji coba dan kajian mendalam sebelum diterapkan secara penuh.
“Nanti, nanti. Makanya kita lagi uji coba. Ini belum diimplementasikan, ya. Saya ulangi, ya. Ini masih dalam exercise,” katanya.
