Menlu Singapura Puji Selat Malaka, Singgung Dampak Penutupan Hormuz
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyinggung pentingnya stabilitas jalur pelayaran dunia saat bertemu Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Vivian menyoroti dampak konflik di Timur Tengah, khususnya setelah penutupan Selat Hormuz yang memengaruhi pasokan energi global, termasuk kawasan Asia Tenggara.
“Kita semua menghadapi konsekuensi dari sesuatu yang jauh dari kita di Timur Tengah, yaitu penutupan Selat Hormuz, yang berdampak pada pasokan energi ke Asia, termasuk Asia Tenggara. Dampak inflasi dari kenaikan harga energi dan juga beberapa tantangan mendasar terhadap sistem berbasis aturan internasional,” kata Vivian.
Baca Juga: Mayoritas Warga AS Disebut Survei Terbaru Tak Paham Tujuan Trump Perangi Iran
Selat Malaka Disebut Jadi Contoh Dunia
Vivian mengungkapkan dirinya juga telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran dan mengundangnya datang ke Singapura untuk melihat pentingnya perdamaian kawasan serta kepatuhan terhadap hukum laut internasional.
“Saya baru saja berbincang dengan Menteri Luar Negeri Iran tadi malam dan saya memanfaatkan kesempatan itu untuk mengundangnya ke wilayah kami dan melihat bagaimana di wilayah kami, di tengah keragaman yang besar tetapi juga potensi pembangunan yang besar, pentingnya perdamaian regional, pentingnya tatanan dunia berbasis aturan, dan pentingnya mematuhi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hukum laut,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Vivian juga menyinggung keberhasilan Indonesia, Malaysia, dan Singapura menjaga Selat Malaka dan Selat Singapura tetap aman dan terbuka bagi pelayaran internasional.
“Fakta bahwa ketiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, telah mampu menjaga Selat Malaka dan Singapura sebagai jalur air yang terbuka, aman, dan menjadi vital dunia, termasuk mekanisme kerja sama yang telah kita bangun berdasarkan UNCLOS bisa menjadi model positif yang dapat diterapkan di wilayah lain di dunia,” tuturnya.
Vivian menilai keberhasilan kerja sama tersebut tidak lepas dari peran Indonesia yang dinilai mampu menjaga efektivitas kolaborasi kawasan.
“Jadi intinya di sini lagi adalah bahwa keberhasilan Indonesia dan kerja sama efektif yang kita miliki di kawasan ini memiliki dampak besar pada prospek ASEAN, tetapi juga dapat berfungsi sebagai contoh positif bagi seluruh dunia,” ujarnya.
Baca Juga: Perang Iran Dinilai Pengamat Bisa Jadi Bumerang bagi AS
