SpaceX Ajukan IPO Rp1.325 Triliun, Berpotensi Pecahkan Rekor
Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, resmi mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ke regulator Amerika Serikat.
Langkah tersebut membuka jalan bagi perusahaan roket dan satelit itu untuk melantai di bursa saham dalam transaksi yang disebut-sebut berpotensi menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah Wall Street.
Berdasarkan laporan AFP, SpaceX menargetkan penghimpunan dana hingga 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.325 triliun dengan asumsi kurs Rp17.670 per dollar AS.
Valuasi perusahaan saat debut di pasar saham bahkan disebut dapat mencapai 1,75 triliun dollar AS.
Jika target itu tercapai, IPO SpaceX akan melampaui seluruh pencatatan saham perdana terbesar yang pernah terjadi di dunia.
Dokumen prospektus S-1 yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission juga menjadi pertama kalinya dalam 24 tahun sejarah perusahaan SpaceX membuka detail kinerja keuangannya ke publik.
Baca Juga: Militer Siap Dikirim Jerman, Iran Diminta Negosiasi
Starlink Jadi Mesin Pendapatan Utama
Dalam dokumen tersebut, SpaceX mencatat pendapatan sebesar 18,7 miliar dollar AS sepanjang 2025.
Namun perusahaan masih membukukan rugi operasional sebesar 2,6 miliar dollar AS akibat agresifnya investasi pada pengembangan roket generasi baru dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Bisnis internet satelit Starlink menjadi penyumbang pendapatan terbesar perusahaan.
Segmen itu menghasilkan pendapatan 11,4 miliar dollar AS sepanjang 2025 atau melonjak hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, lini AI yang mencakup xAI dan platform media sosial X mencatat pendapatan sebesar 3,2 miliar dollar AS pada 2025.
Meski demikian, unit tersebut masih mengalami rugi operasional mencapai 6,4 miliar dollar AS karena tingginya biaya pembangunan pusat data AI.
Belanja modal untuk segmen AI tercatat mencapai 12,7 miliar dollar AS sepanjang 2025 dan 7,7 miliar dollar AS hanya pada kuartal pertama 2026.
Angka tersebut mencerminkan ketatnya persaingan AI global melawan perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta, dan Amazon.
SpaceX juga mengungkap telah mencapai kesepakatan penyewaan kapasitas pusat data COLOSSUS dan COLOSSUS II kepada perusahaan AI Anthropic senilai 1,25 miliar dollar AS per bulan hingga Mei 2029.
IPO ini hadir hanya beberapa hari setelah Musk mengalami kemunduran hukum dalam perseteruannya dengan OpenAI, salah satu rival utama dalam perlombaan AI global.
Dalam prospektusnya, SpaceX memastikan tetap menggunakan struktur saham dual-class yang membuat Musk mempertahankan kendali besar atas perusahaan setelah IPO.
Musk diperkirakan menguasai sekitar 79 persen hak suara meski hanya memiliki sekitar 42 persen kepemilikan ekonomi perusahaan.
SpaceX juga mengungkap ambisi jangka panjang membangun pusat data AI di luar angkasa.
Baca Juga: AS dan Inggris Longgarkan Sanksi Minyak Rusia, Uni Eropa Protes
Menurut perusahaan, energi surya yang ditangkap di orbit dinilai menjadi solusi paling skalabel untuk memenuhi kebutuhan listrik AI yang terus meningkat.
SpaceX menargetkan mulai mengoperasikan satelit komputer AI pada 2028 dengan target jangka panjang menghadirkan kapasitas komputasi hingga 100 gigawatt di orbit setiap tahun.
Untuk mewujudkan target tersebut, perusahaan memperkirakan diperlukan ribuan peluncuran roket per tahun dan pengiriman sekitar satu juta ton muatan ke orbit.
Laporan juga menyebut SpaceX membidik pencatatan saham di bursa Nasdaq dengan kode saham SPCX pada Juni mendatang.

[…] SpaceX Ajukan IPO Rp1.325 Triliun, Berpotensi Pecahkan Rekor […]
[…] Baca Juga: Berpotensi Pecahkan Rekor, SpaceX Ajukan IPO Rp1.325 T […]