Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik AS, Soroti Dominasi Global hingga Sistem Rudal
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin kompak mengkritik kebijakan Amerika Serikat dalam pertemuan puncak di Beijing, Rabu (20/5/2026).
Keduanya menyoroti rencana sistem pertahanan rudal “Golden Dome” milik Presiden AS Donald Trump hingga menyinggung dominasi sepihak Washington dalam urusan global.
Dalam pernyataan bersama, China dan Rusia menyebut sistem interseptor rudal berbasis darat dan luar angkasa tersebut berpotensi mengganggu stabilitas strategis dunia.
Xi dan Putin sindir dominasi AS
Dilansir The Japan Times, Xi dan Putin juga mengeluarkan deklarasi bersama yang menyinggung upaya sejumlah negara mengendalikan urusan dunia secara sepihak.
Meski tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung, deklarasi tersebut dipandang sebagai kritik terhadap kebijakan luar negeri Washington.
“Agenda global untuk perdamaian dan pembangunan menghadapi risiko dan tantangan baru, dengan bahaya fragmentasi komunitas internasional dan kecenderungan kembali pada ‘hukum rimba’,” bunyi deklarasi bersama yang dirilis Kremlin.
Baca Juga: Berpotensi Pecahkan Rekor, SpaceX Ajukan IPO Rp1.325 T
Mereka juga menyebut upaya sejumlah negara untuk memaksakan kepentingannya kepada dunia dan membatasi pembangunan negara lain dengan semangat kolonialisme telah gagal.
Xi mengatakan China dan Rusia perlu membangun tata kelola global yang lebih adil di tengah meningkatnya hegemoni sepihak.
“Hubungan China-Rusia telah mencapai level ini karena kami mampu memperdalam kepercayaan politik dan kerja sama strategis,” kata Xi saat membuka pertemuan dengan Putin.
Putin pun menilai hubungan erat kedua negara semakin penting di tengah kondisi internasional yang memanas.
“Dalam situasi internasional yang tegang saat ini, kerja sama erat kami sangat dibutuhkan,” ujar Putin.
Kritik terhadap kebijakan nuklir
China dan Rusia juga mengecam kebijakan nuklir Washington setelah berakhirnya perjanjian pembatasan arsenal nuklir AS-Rusia pada Februari lalu.
Kedua negara menilai AS gagal merespons usulan Moskwa untuk memperpanjang pembatasan tersebut selama satu tahun.
Xi dan Putin kembali menegaskan hubungan strategis kedua negara kini berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pertemuan di Beijing berlangsung kurang dari sepekan setelah Putin melakukan kunjungan resmi ke ibu kota China tersebut.
Kesepakatan pipa gas belum tercapai
Meski menunjukkan soliditas politik, China dan Rusia belum mencapai kesepakatan final terkait proyek pipa gas Power of Siberia 2 yang telah dibahas selama bertahun-tahun.
Rusia sebelumnya berharap kunjungan Putin dapat menghasilkan kesepakatan energi baru dengan China sebagai pembeli terbesar minyak Rusia.
Namun hingga akhir pertemuan, kedua pihak hanya menyebut telah mencapai “pemahaman umum mengenai parameter” proyek tersebut tanpa rincian lebih lanjut.
Xi mengatakan kerja sama energi dan konektivitas sumber daya harus menjadi “batu penyeimbang” hubungan kedua negara, meski tidak menyebut langsung proyek pipa gas itu.
Adapun proyek Power of Siberia 2 direncanakan membentang sepanjang 2.600 kilometer dan akan menyalurkan 50 miliar meter kubik gas Rusia per tahun ke China melalui Mongolia.
Baca Juga: Kabel Internet Dunia di Selat Hormuz Diancam Iran

[…] Baca Juga : Xi dan Putin Kritik AS, Soroti Dominasi Global dan Serangan Rudal […]
[…] Baca Juga: Soroti Dominasi Global dan Sistem Rudal, Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik AS […]