BGN Pangkas Distribusi MBG Jadi 5 Hari, Klaim Efisiensi Anggaran
Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan perubahan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan hari aktif belajar siswa di sekolah.
Baca Juga: 7 kasus Tambang Ilegal Diungkap ESDM, Potensi Kerugian Negara Capai Rp857 Miliar
“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony, Senin (26/5/2026).
Ia menjelaskan, distribusi MBG nantinya hanya dilakukan ketika peserta didik berada di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” jelasnya.
Menurut Sony, penyesuaian tersebut dilakukan agar distribusi program lebih efektif dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia menegaskan kebijakan efisiensi yang diterapkan BGN tidak akan memengaruhi kualitas layanan maupun nilai bantuan yang diterima masyarakat.
Baca Juga: Soal Anggaran Rp100 M untuk Sapi Kurban Presiden, Purbaya Mengaku Belum Tahu
“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Sony menambahkan, efisiensi dilakukan pada aspek tata kelola dan pola distribusi agar penggunaan anggaran negara dapat berjalan lebih optimal tanpa mengurangi substansi Program MBG.

[…] BGN Pangkas Distribusi MBG Jadi 5 Hari, Klaim Efisiensi Anggaran […]