Selama Dua Periode, Trump Disebut Sudah Ancam atau Serang 15 Negara
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut telah mengancam, membuka kemungkinan menyerang, atau melakukan aksi militer terhadap 15 negara selama dua periode masa jabatannya.
Berdasarkan analisis CNN, jumlah tersebut setara dengan sekitar satu dari setiap 13 negara di dunia.
Laporan itu menyebut negara-negara yang pernah menjadi target ancaman atau serangan Trump mencakup wilayah dengan populasi sekitar satu dari setiap 11 penduduk dunia.
Baca Juga: Bagi Warga yang Mau Ikut Perang Ukraina, Putin Janjikan Hapus Utang Rp2,5 M
Sebagian besar ancaman tersebut terjadi dalam 16 bulan pertama masa jabatan keduanya, meski beberapa kasus berlangsung sejak periode pertama kepemimpinannya.
Oman menjadi negara terbaru yang masuk dalam daftar tersebut setelah Trump melontarkan ancaman terkait isu pengendalian Selat Hormuz bersama Iran.
“Oman akan berperilaku sama seperti semua orang, atau kita harus meledakkan mereka,” ujar Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Rabu (27/5/2026).
Daftar Negara yang Jadi Sasaran
Pada masa jabatan keduanya, Trump tercatat telah meluncurkan serangan militer ke tujuh negara, yakni Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman.
Daftar itu belum termasuk operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik yang disebut menewaskan lebih dari 190 orang.
Selain serangan langsung, Trump juga disebut pernah mengancam atau membuka kemungkinan aksi militer terhadap Kanada, Kolombia, Kuba, Greenland yang merupakan wilayah Denmark, Meksiko, Panama, hingga Oman.
Pada masa jabatan pertamanya, Trump juga pernah melontarkan ancaman terhadap Korea Utara dan Meksiko.
Kebijakan keras Trump disebut telah menjangkau empat dari enam benua dunia, yakni Asia, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.
Trump juga dinilai beberapa kali menyinggung kemungkinan penguasaan wilayah tertentu oleh AS.
Baca Juga: Di Sidang DK PBB, Indonesia Tegaskan Dukung Palestina
Fokus Timur Tengah dan Isu Ekspansi
Timur Tengah menjadi kawasan yang paling sering menjadi sasaran kebijakan keras Trump.
Hingga kini, Trump disebut telah mengancam atau menyerang lima negara di kawasan tersebut, yakni Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.
Dalam beberapa pernyataan, ancaman Trump bahkan dinilai tidak hanya terkait aksi militer, tetapi juga mengarah pada kemungkinan ekspansi wilayah atau pengaruh AS.
Dari 15 negara atau wilayah yang disebut pernah menjadi target, lima di antaranya pernah disebut Trump berpotensi berada di bawah kendali AS.
Wilayah tersebut meliputi Kanada, Kuba, Greenland, Panama, dan Venezuela.
Laporan CNN menyebut pola ancaman militer telah menjadi bagian berulang dalam kebijakan luar negeri Trump selama menjabat Presiden AS.
