Gencatan Senjata Gagal, Israel Kembali Serang Beirut
Ketegangan antara Israel dan Lebanon kembali meningkat setelah militer Israel melancarkan serangan udara ke wilayah pinggiran selatan Beirut.
Menurut laporan otoritas setempat, serangan tersebut menghantam dua apartemen yang berada di dua bangunan berbeda. Informasi itu turut dikonfirmasi oleh kantor berita pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA).
“Serangan tersebut menargetkan dua apartemen di dua bangunan,” demikian keterangan resmi NNA.
Baca Juga : AS Curigai Israel Memata-matai Tim Negosiasi Trump
Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat ledakan. Warga setempat terlihat berusaha meninggalkan kawasan terdampak sehingga memicu kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan. Pada saat yang sama, tentara Lebanon mulai dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
Upaya Perdamaian Kembali Terhambat
Sebelum serangan terjadi, perwakilan Lebanon dan Israel sempat mempromosikan proposal gencatan senjata bersyarat dalam pertemuan di Washington.
Rancangan tersebut mengharuskan Hizbullah menghentikan seluruh serangan, menarik pasukannya dari wilayah dekat perbatasan Israel, serta memberikan kendali keamanan kepada Angkatan Darat Lebanon di sejumlah zona percontohan.
Namun, Hizbullah menolak proposal tersebut dan menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon. Di sisi lain, Israel memperingatkan akan meningkatkan operasi militer apabila kelompok itu kembali melancarkan serangan ke wilayah utara Israel.
Israel Klaim Cegat Proyektil dari Lebanon
Pada Minggu pagi, sirene peringatan serangan udara berbunyi di wilayah utara Israel. Militer Israel menyatakan telah mencegat dua proyektil yang ditembakkan dari Lebanon menuju wilayahnya.
Sebagai respons, militer Israel mengaku melakukan serangan terhadap fasilitas militer yang digunakan Hizbullah.
Pihak militer menyatakan telah “menghancurkan peluncur yang digunakan oleh teroris Hezbollah untuk melakukan serangan tersebut.”
Hingga laporan ini muncul, Hizbullah belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun sebelumnya kelompok yang didukung Iran itu mengklaim telah melancarkan beberapa serangan terhadap pasukan Israel yang berada di wilayah Lebanon.
Gencatan Senjata Terus Dilanggar
Kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 17 April lalu sejatinya dirancang untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan Hizbullah. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi banyak kendala.
Kedua pihak terus saling menuduh melakukan pelanggaran kesepakatan. Baik Israel maupun Hizbullah berulang kali menyatakan bahwa serangan yang mereka lakukan merupakan respons terhadap tindakan lawan.
Baca Juga : Trump Singgung Proyek 15T, Ejek Obama dengan Gambar AI
Meski gencatan senjata masih berlaku, Israel tetap melanjutkan operasi militernya di sejumlah wilayah Lebanon. NNA juga melaporkan adanya serangkaian serangan mematikan di kawasan selatan Lebanon dalam beberapa waktu terakhir.
Serangan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel. Korban jiwa tersebut termasuk anggota Angkatan Darat Lebanon, salah satunya seorang perwira berpangkat jenderal.
Peristiwa ini semakin memperlihatkan rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang ada dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

[…] Baca Juga : Israel Kembali Serang Beirut usai Gencatan Senjata Gagal […]
[…] Baca Juga : Gencatan Senjata Gagal, Israel Serang Beirut […]