Balas Ancaman Trump, Iran Siap Beri Respons Berbeda
Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tidak akan tunduk terhadap ancaman Amerika Serikat. Ia menyatakan angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons terhadap segala bentuk tekanan yang diarahkan kepada Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman terkait dukungan Iran kepada kelompok Hizbullah di Lebanon.
“Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada keadaan putus asa seperti sekarang? Kami tidak memperhitungkan ancaman AS,” kata Ghalibaf.
Baca Juga : Iran Tetap Dukung Hizbullah, Trump Layangkan Ancaman
Ia juga memperingatkan Washington agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan yang berpotensi memperburuk situasi.
“Sebaiknya mereka berhati-hati dengan pernyataan mereka, angkatan bersenjata kita siap menanggapi mereka dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kitalah yang akan bertindak,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang kembali memanas akibat perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Trump Ancam Iran
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran apabila Teheran tidak menghentikan dukungannya kepada Hizbullah di Lebanon.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump meminta Iran menghentikan aktivitas kelompok yang disebutnya sebagai proksi yang didukung penuh oleh Teheran.
“Iran harus segera menghentikan para proktor mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah,” tulis Trump.
Ia bahkan mengancam akan melakukan serangan yang lebih besar dibandingkan operasi sebelumnya.
“Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, bahkan lebih keras lagi!!!” tambahnya.
Ancaman tersebut muncul ketika situasi keamanan di Lebanon masih menjadi perhatian internasional. Bentrokan antara Israel dan Hizbullah dalam beberapa waktu terakhir sempat mengancam proses perdamaian yang sedang diupayakan berbagai pihak.
Meski demikian, hingga Minggu malam belum terdapat laporan mengenai serangan baru dari Israel maupun pertempuran lanjutan di wilayah tersebut.
Perundingan AS-Iran
Komentar Ghalibaf disampaikan bersamaan dengan berlangsungnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya lanjutan setelah kedua negara menandatangani perjanjian awal untuk mengakhiri konflik pada pekan sebelumnya.
Di tengah proses diplomasi tersebut, kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa ancaman yang dilontarkan Trump sempat memicu penangguhan sementara pembicaraan.
Baca Juga : Negosiasi Terancam Gagal, Delegasi Iran Walk Out!
Namun, seorang diplomat yang mengetahui jalannya negosiasi menyatakan bahwa Iran masih tetap terlibat dalam proses dialog.
“Delegasi Iran tetap terlibat dalam pembicaraan dan belum mengindikasikan kepada para mediator niat untuk pergi,” ujar diplomat tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Perundingan di Swiss menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Salah satu dasar pembicaraan tersebut adalah nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat pada awal bulan ini.
Dalam Pasal 1 dokumen tersebut, kedua negara berkomitmen untuk menahan diri dari ancaman maupun penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain.
Meski proses diplomasi masih berlangsung, saling lempar ancaman dari kedua belah pihak menunjukkan bahwa hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam kondisi yang sangat sensitif.

[…] Balas Ancaman Trump, Iran Siap Beri Respons Berbeda […]