Netanyahu Bantah Trump, Hubungan AS-Israel Memanas?
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim Israel selalu mengikuti arahannya. Netanyahu menegaskan bahwa baik Israel maupun Amerika Serikat merupakan negara berdaulat yang mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional masing-masing.
Pernyataan tersebut muncul ketika hubungan Washington dan Tel Aviv tengah menghadapi dinamika baru setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Trump Klaim Bisa Mengendalikan Langkah Israel
Sebelumnya, Trump menyatakan dirinya memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan Israel, termasuk terkait operasi militernya di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara dengan Axios pada Jumat (19/6/2026), Trump ditanya apakah dirinya dapat membujuk Israel untuk menghentikan serangan lanjutan ke Lebanon.
Baca Juga : Mulai Juli, Driver Ojol Bakal Dapat Komis 8%!
“Ya, saya akan melakukannya. Maksud saya, mereka sangat menghormati saya, dan mereka melakukan apa yang saya katakan,” jawab Trump, sebagaimana dikutip The Hindustan Times.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung hubungannya dengan Netanyahu. Ia menggambarkan hubungan mereka berjalan baik, meski mengakui terkadang harus memastikan pemimpin Israel itu tetap berada pada jalurnya.
Trump bahkan menyatakan bahwa Israel tidak akan berada pada posisinya saat ini tanpa dukungan yang telah ia berikan selama ini.
Netanyahu Bantah
Menanggapi komentar tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa anggapan dirinya mengikuti instruksi Trump maupun sebaliknya merupakan pandangan yang keliru.
Saat berbicara dalam KTT Kebijakan Internasional 2026 yang diselenggarakan Jerusalem News Syndicate (JNS) pada Minggu (21/6/2026), Netanyahu mengungkapkan bahwa persepsi publik di kedua negara sering kali bertolak belakang.
“Di Amerika Serikat, mereka mengatakan bahwa Presiden Trump melakukan semua yang saya minta dia lakukan. Dan di Israel, mereka mengatakan bahwa saya melakukan semua yang dia inginkan. Nah, keduanya tidak benar,” kata Netanyahu.
Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh dirinya maupun Trump didasarkan pada kepentingan negara masing-masing.
“Kami adalah pemimpin dari negara-negara yang merdeka dan bangga. Kami memperjuangkan kepentingan kami. Saya memperjuangkan kepentingan Israel dan keamanannya. Dan sering kali kami memiliki pandangan yang sama. Terkadang kami tidak. Tetapi kami menghormati kedaulatan dan kepemimpinan satu sama lain serta komitmen kami kepada rakyat kami,” ujar Netanyahu.
Hubungan AS-Israel Mulai Memanas
Hubungan antara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan mengalami ketegangan setelah kedua negara terlibat dalam operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Trump diketahui mengkritik langkah Israel yang masih melancarkan serangan ke Lebanon. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas dan merusak kesepakatan damai yang telah dicapai dengan Teheran.
Tekanan dari Washington juga datang melalui Wakil Presiden AS JD Vance. Ia menegur sejumlah pejabat Israel yang secara terbuka mengkritik kesepakatan dengan Iran dan bahkan menyerang Presiden AS.
“Apa yang akan saya katakan, dan ini memang mengganggu saya, adalah Anda melihat orang-orang di dalam kabinet Bibi yang keluar dan menyerang kesepakatan tersebut, dan dalam beberapa hal menyerang Presiden Amerika Serikat secara pribadi,” kata Vance kepada wartawan.
“Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang saya miliki di seluruh dunia,” lanjutnya.
Baca Juga : Trump Ancam Lakukan Gugatan New York Times Terkait Iran
Netanyahu Juga Hadapi Tekanan Domestik
Di tengah hubungan yang memanas dengan Washington, Netanyahu juga menghadapi tantangan politik di dalam negeri.
Hasil survei yang dilakukan Hebrew University of Jerusalem bersama Agam Institute menunjukkan sebagian besar warga Israel menilai Iran justru menjadi pihak yang lebih diuntungkan atau keluar sebagai pemenang dari konflik yang terjadi.
Temuan tersebut menambah tekanan terhadap pemerintahan Netanyahu, yang kini harus menghadapi kritik baik dari luar negeri maupun dari publik domestik terkait arah kebijakan keamanan dan diplomasi Israel.

[…] Baca Juga: Trump Dibantah Netanyahu, Hubungan AS-Israel Memanas? […]