China Pasang Platform Terapung di Laut China Selatan
China dilaporkan menempatkan sebuah platform terapung di kawasan sengketa Scarborough Shoal, Laut China Selatan. Kehadiran fasilitas yang disebut sebagai stasiun penelitian sementara itu memicu kekhawatiran Filipina dan para analis keamanan kawasan.
Scarborough Shoal merupakan salah satu titik paling sensitif dalam sengketa wilayah antara China dan Filipina. Beijing telah mengendalikan akses menuju atol tersebut sejak 2012 setelah ketegangan berkepanjangan dengan Manila.
Kemunculan platform itu pertama kali terdeteksi melalui citra satelit yang kemudian diperkuat oleh foto-foto yang dirilis otoritas Filipina.
Menurut pemerintah Filipina, struktur tersebut memiliki ukuran lebih dari 300 kaki persegi, dilengkapi antena, serta dihuni oleh warga negara China. Dalam beberapa kesempatan, platform itu juga terlihat dikawal oleh dua kapal milik China.
Filipina Khawatir Kehadiran China Menjadi Permanen
Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. menyatakan kekhawatirannya terhadap tujuan sebenarnya dari pemasangan platform tersebut.
Baca Juga : China Kembali Tertibkan Perusahaan Raksasa, Ada Apa?
Menurutnya, jika fasilitas itu menjadi langkah awal menuju kehadiran permanen China di Scarborough Shoal, situasi tersebut dapat memperburuk ketegangan di kawasan.
“Jika ini merupakan awal dari kehadiran yang lebih permanen, atau awal dari aktivitas berbahaya lainnya, maka hal itu mengkhawatirkan,” ujar Teodoro.
Pejabat Filipina mengungkapkan bahwa keberadaan platform tersebut pertama kali terdeteksi pada akhir Mei 2026. Namun pada pertengahan Juni, struktur itu dilaporkan telah dipindahkan dari lokasi awalnya.
China Klaim untuk Penelitian Ilmiah
Pihak China membantah bahwa platform tersebut memiliki tujuan militer atau terkait penguatan klaim wilayah.
Para ilmuwan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China menyebut fasilitas itu digunakan sebagai stasiun penelitian ilmiah sementara untuk mempelajari kondisi terumbu karang di Scarborough Shoal.
Meski demikian, sejumlah analis menilai penjelasan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran mengenai tujuan strategis Beijing di kawasan yang diperebutkan tersebut.
Diduga Bagian dari Strategi “Salami-Slicing”
Pengamat Laut China Selatan melihat langkah China sebagai bagian dari strategi bertahap untuk memperkuat kontrol atas wilayah sengketa tanpa memicu konfrontasi besar.
Direktur Eksekutif SeaLight Foundation, Ray Powell, menilai Beijing kemungkinan sedang menjalankan strategi yang dikenal sebagai salami-slicing, yakni memperluas pengaruh sedikit demi sedikit melalui langkah-langkah kecil yang sulit ditentang secara langsung.
“Apa yang tampaknya dilakukan China di sini adalah melakukan salami-slicing menuju menjadikan wilayah itu sebagai tempat hunian,” kata Powell.
Strategi semacam ini sebelumnya juga disebut digunakan China dalam memperkuat posisinya di sejumlah wilayah sengketa lain di Laut China Selatan.
Aktivitas China di Scarborough Shoal Meningkat
Perhatian Beijing terhadap Scarborough Shoal disebut meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa patroli kapal China di sekitar atol tersebut meningkat signifikan sepanjang tahun lalu.
Selain itu, China juga menetapkan kawasan tersebut sebagai cagar alam pada September. Sementara itu, Filipina mengaku menemukan sejumlah pelampung dan perangkat yang diduga berfungsi sebagai antena di area yang sama.
Rangkaian aktivitas tersebut memunculkan dugaan bahwa China tengah memperkuat kehadiran fisiknya secara bertahap di wilayah tersebut.
Implikasi bagi Keamanan Kawasan
Para analis menilai setiap langkah baru China di Scarborough Shoal memiliki konsekuensi strategis yang lebih luas, termasuk terhadap keseimbangan kekuatan di Asia Pasifik.
Jika Beijing pada akhirnya membangun fasilitas permanen atau bahkan pangkalan militer di wilayah itu, langkah tersebut dapat mempengaruhi posisi Amerika Serikat dan sekutunya dalam menghadapi berbagai potensi konflik regional, termasuk yang berkaitan dengan Taiwan.
Pakar maritim Asia dari CSIS, Harrison Pretat, menilai munculnya berbagai objek baru di Scarborough Shoal menunjukkan pola baru dalam pendekatan China.
“Fakta bahwa kita terus melihat hal-hal baru muncul di Scarborough, pelampung baru, pola baru perilaku kapal, dan sekarang ini, menurut saya menunjukkan fase baru kreativitas yang kita lihat dari Beijing dalam setahun terakhir,” ujarnya.
Baca Juga : AS Longgarkan Sanksi Iran, Teheran Klaim Kendalikan Hormuz
Sementara itu, mantan pejabat pertahanan AS Ely Ratner menegaskan bahwa perubahan kecil yang dilakukan China tetap memiliki arti strategis yang besar dalam jangka panjang.
“Setiap klaim kedaulatan dan kontrol baru yang kecil tetap penting,” kata Ratner.

[…] China Pasang Platform Terapung di Laut China Selatan […]