Presiden Iran Kunjungi Pakistan, Ada Agenda Besar?
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dijadwalkan tiba di Islamabad pada Selasa (23/6/2026) untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan para pemimpin Pakistan. Kunjungan ini diperkirakan akan berfokus pada penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk keamanan, perdagangan, energi, dan konektivitas kawasan.
Lawatan tersebut menjadi salah satu indikator semakin dekatnya hubungan antara Iran dan Pakistan setelah kedua negara memperkuat komunikasi diplomatik menyusul gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Islamabad.
Bertemu Presiden hingga Perdana Menteri Pakistan
Selama berada di Pakistan, Pezeshkian dijadwalkan bertemu Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Selain itu, ia juga akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan serta Ketua Parlemen.
Baca Juga : China Pasang Benda Aneh Ini di Laut China Selatan
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut kunjungan ini merupakan lawatan resmi kedua Pezeshkian ke Islamabad sejak menjabat sebagai Presiden Iran.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama baru di berbagai bidang yang menjadi kepentingan kedua negara.
Fokus pada Perdagangan, Energi, dan Keamanan
Dalam agenda pembahasan, Iran dan Pakistan akan meninjau perkembangan hubungan diplomatik serta bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan internasional.
Pemerintah Pakistan menyatakan kedua negara juga akan mengeksplorasi peluang peningkatan kerja sama di sektor perdagangan, energi, pengamanan wilayah perbatasan, pertukaran masyarakat, hingga pengembangan konektivitas regional.
Pembahasan tersebut dinilai penting mengingat posisi strategis kedua negara yang berbagi perbatasan langsung dan memiliki kepentingan ekonomi yang saling terkait.
Pengamanan Diperketat di Islamabad
Menjelang kedatangan Presiden Iran, pemerintah Pakistan meningkatkan langkah-langkah pengamanan di ibu kota.
Sejumlah jalan utama di Islamabad ditutup sementara, termasuk akses menuju kawasan pusat pemerintahan atau red zone. Penutupan dilakukan sebagai bagian dari prosedur keamanan selama kunjungan kenegaraan berlangsung.
Selain itu, sebagian besar kantor pemerintahan yang berada di kawasan tersebut diminta menerapkan kebijakan bekerja dari rumah guna mengurangi aktivitas di sekitar lokasi kunjungan.
Hubungan Iran-Pakistan Sudah Terjalin Lama
Iran dan Pakistan memiliki hubungan diplomatik yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kedua negara berbagi perbatasan sepanjang sekitar 900 kilometer dan menjalin kerja sama di berbagai sektor ekonomi.
Meski demikian, hubungan bilateral tidak selalu berjalan mulus. Beberapa kali muncul ketegangan terkait aktivitas kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah perbatasan kedua negara.
Namun, baik Tehran maupun Islamabad terus berupaya menjaga stabilitas hubungan melalui dialog dan kerja sama keamanan.
Proyek Pipa Gas Masih Tertunda
Salah satu aspek penting dalam hubungan Iran dan Pakistan adalah sektor energi. Selama bertahun-tahun, kedua negara berupaya merealisasikan proyek pipa gas Iran-Pakistan yang digadang-gadang dapat memperkuat ketahanan energi kawasan.
Baca Juga : Iran Klaim Kendalikan Hormuz Usai AS Longgarkan Sanksi
Meski demikian, proyek tersebut hingga kini belum terealisasi sepenuhnya. Salah satu faktor utama yang menjadi hambatan adalah kehati-hatian Pakistan terhadap sanksi Amerika Serikat yang masih diberlakukan terhadap Iran.
Walau menghadapi berbagai tantangan, sektor energi tetap menjadi salah satu bidang yang berpotensi mendorong hubungan ekonomi kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi di masa mendatang.

[…] Presiden Iran Kunjungi Pakistan, Ada Agenda Besar? […]
[…] Presiden Iran Kunjungi Pakistan, Ada Agenda Besar? […]