Iran Tuduh NATO Terlibat Perang AS-Israel, Ada Bukti?
Iran menuduh NATO ikut terlibat dalam perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan negaranya. Tuduhan tersebut muncul setelah Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengungkapkan bahwa ratusan pesawat militer Amerika diberangkatkan dari pangkalan yang berada di Italia untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam pernyataan tersebut dan menilai pengakuan Rutte sebagai bukti keterlibatan langsung NATO dalam konflik yang menurut Tehran melanggar hukum internasional.
“Ini adalah pengakuan yang jelas dan memberatkan tentang keterlibatan aktif NATO dalam perang agresi yang melanggar hukum terhadap Negara Anggota PBB yang berdaulat,” tulis Baqaei di X, dikutip Kamis (25/6/2026).
Baca Juga : Rusia Buka Peluang Damai dengan Ukraina, Ini Syaratnya
“NATO melakukan pelanggaran mencolok terhadap norma-norma hukum internasional dan prinsip-prinsip inti Piagam PBB,” tegasnya.
Pernyataan Rutte Picu Kontroversi
Pernyataan Rutte disampaikan saat wawancara dengan Fox News bersama Presiden AS Donald Trump. Dalam kesempatan itu, Rutte berusaha menjelaskan bentuk dukungan negara-negara anggota NATO terhadap operasi militer Amerika Serikat.
Komentar tersebut juga muncul di tengah kritik Trump selama beberapa tahun terakhir terhadap kontribusi negara-negara NATO terhadap kepentingan keamanan AS.
“Negara demi negara, sekutu demi sekutu, telah menyediakan pangkalan mereka untuk Epic Fury,” kata Rutte kepada saluran TV AS Fox News, merujuk pada operasi militer AS di Iran.
“Lima ratus pesawat AS lepas landas dari pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury,” tambahnya merujuk pada nama AS untuk operasi melawan Iran.
Pernyataan itu kemudian memicu reaksi keras dari Iran yang menganggap penggunaan fasilitas militer di wilayah anggota NATO sebagai bentuk dukungan aktif terhadap operasi militer yang dilancarkan Washington.
Italia Bantah Keterlibatan Langsung
Tak lama setelah pernyataan Rutte menjadi sorotan, pemerintah Italia memberikan klarifikasi. Kementerian Pertahanan Italia menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat secara langsung dalam operasi militer terhadap Iran.
Menurut otoritas Italia, fasilitas yang digunakan oleh Amerika Serikat hanya diperuntukkan bagi kebutuhan teknis dan logistik sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah lama berlaku antara kedua negara.
Baca Juga : Politisi Iran Bocorkan Surat dari Mojtaba, Tim Negosiator Langgar Aturan?
“Italia hanya mengizinkan penerbangan AS yang bersifat teknis dan logistik selama operasi Epic Fury berdasarkan perjanjian yang ada dengan Amerika Serikat,” bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu sekaligus membantah kesan bahwa Italia maupun NATO memberikan dukungan operasional langsung dalam serangan terhadap Iran.
