Putin Buka Peluang Damai Ukraina, Ada Syarat Khusus
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya terbuka untuk kembali melanjutkan proses negosiasi damai dengan Ukraina. Namun, ia menegaskan bahwa pembicaraan tersebut harus berlandaskan kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai di Istanbul dan Anchorage, serta mempertimbangkan kondisi terkini di medan konflik.
Dalam rapat bersama jajaran pejabat pemerintah pada Selasa (23/6/2026), Putin menilai terhentinya proses negosiasi sebelumnya bukan disebabkan oleh Rusia, melainkan berasal dari keputusan pihak Ukraina.
“Rusia siap untuk pembicaraan damai dengan Ukraina, berdasarkan kesepakatan yang dicapai di Istanbul,” kata Putin, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
Baca Juga : AS-Israel Memanas, Netanyahu Disebut “Penipu”
“Berdasarkan kesepakatan yang dicapai di Istanbul, pada modalitas yang dibahas di Anchorage, dan, yang paling penting, pada realitas di lapangan.”
Putin juga menyoroti serangkaian serangan yang belakangan dilakukan Ukraina ke wilayah Rusia. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Kyiv untuk memperkuat posisi tawar sebelum kemungkinan dimulainya kembali perundingan yang sempat terhenti.
Rangkaian Perundingan yang Pernah Digelar
Sebelumnya, Rusia dan Ukraina sempat menjalani tiga putaran pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat (AS) pada awal tahun ini. Pertemuan pertama berlangsung di Abu Dhabi pada 23-24 Januari dan 4-5 Februari, kemudian dilanjutkan di Jenewa pada 17-18 Februari.
Meski sempat membuka harapan baru bagi penyelesaian konflik, proses diplomasi tersebut akhirnya terhenti setelah pecahnya perang antara AS-Israel dan Iran.
Upaya perdamaian sebenarnya telah berlangsung sejak awal konflik. Pada musim semi 2022, delegasi Rusia dan Ukraina sempat menyusun rancangan perjanjian damai dalam perundingan tatap muka di Istanbul. Dokumen tersebut bahkan telah diparaf oleh kedua pihak sebelum akhirnya tidak berlanjut ke tahap implementasi.
Pada tahun berikutnya, kedua negara kembali menggelar tiga putaran perundingan lanjutan di Istanbul, yakni pada 16 Mei, 2 Juni, dan 23 Juli. Dari rangkaian pertemuan tersebut, kedua pihak berhasil menyepakati pertukaran tahanan dalam jumlah besar serta menyusun memorandum yang memuat posisi masing-masing terkait peluang tercapainya kesepakatan damai.
Kesepakatan Anchorage Jadi Acuan
Selain Istanbul, Putin juga menyinggung kesepakatan Anchorage sebagai salah satu landasan penting dalam proses negosiasi mendatang. Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan antara presiden Rusia dan Amerika Serikat di Anchorage, Alaska.
Baca Juga : Rusia Berikan Jaminan Pasokan Energi Malaysia Aman!
Dari pertemuan itu lahir 28 poin rencana perdamaian yang kemudian disederhanakan menjadi 20 poin utama. Namun, sejumlah laporan menyebut Ukraina menolak beberapa klausul yang mengharuskan adanya konsesi atau penyerahan wilayah sebagai bagian dari penyelesaian konflik.
Meski masih terdapat perbedaan pandangan yang cukup besar, pernyataan terbaru Putin dinilai membuka peluang bagi dimulainya kembali jalur diplomasi antara Moskwa dan Kyiv setelah beberapa bulan mengalami kebuntuan.

[…] Putin Buka Peluang Damai Ukraina, Ada Syarat Khusus […]