Kim Jong Un Tinjau Resor Pantai, Bidik Wisatawan China
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau sebuah stasiun kereta baru di kawasan resor pantai Wonsan Kalma yang berada di pesisir timur negara itu. Kunjungan tersebut dilakukan beberapa pekan setelah Presiden China Xi Jinping berjanji memperdalam kerja sama ekonomi dan pariwisata dengan Pyongyang.
Menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA) pada Jumat, Kim memuji para pekerja yang berhasil menyelesaikan pembangunan stasiun modern tersebut hanya dalam waktu satu tahun.
Kim disebut secara langsung memilih lokasi pembangunan stasiun guna mempermudah akses wisatawan dan penumpang yang ingin berkunjung ke kawasan wisata Wonsan Kalma.
Baca Juga : Kementerian PKP Kekurangan Anggaran Triliunan Jalankan Program Prioritas
Wonsan Kalma Jadi Proyek Unggulan Kim Jong Un
Resor pantai Wonsan Kalma merupakan salah satu proyek prestisius yang selama bertahun-tahun dipromosikan oleh Kim Jong Un sebagai simbol pembangunan ekonomi Korea Utara.
Kawasan tersebut juga memiliki nilai khusus bagi Kim karena menjadi lokasi salah satu kediaman pribadinya.
Media pemerintah Korea Utara menyebut kompleks wisata itu memiliki sekitar 7.000 kamar tamu yang tersebar di berbagai hotel mewah dan vila pribadi. Fasilitas pendukung lainnya mencakup taman air terbuka, pusat rekreasi, serta bandara yang melayani akses menuju kawasan wisata tersebut.
Pembangunan infrastruktur transportasi, termasuk stasiun kereta baru, dinilai sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan menarik lebih banyak wisatawan asing.
Kim Janjikan Pembangunan Rumah Sakit Modern
Selain meninjau stasiun kereta, Kim juga mengunjungi pos pertolongan pertama yang baru dibangun di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rencana pemerintah untuk membangun rumah sakit modern di 20 kota dan kabupaten setiap tahun.
Menurut KCNA, proyek tersebut merupakan bagian dari program peningkatan layanan kesehatan nasional yang sedang dijalankan pemerintah Korea Utara.
Dampak Kunjungan Xi Jinping
Kunjungan Kim ke kawasan wisata tersebut berlangsung tidak lama setelah Xi Jinping melakukan lawatan ke Pyongyang untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.
Dalam pertemuan tersebut, Xi berjanji memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor, termasuk perdagangan, pertanian, teknologi, dan pariwisata.
Bagi Korea Utara, sektor pariwisata memiliki peran penting sebagai sumber pemasukan devisa di tengah berbagai sanksi internasional yang masih membatasi aktivitas ekonomi negara itu.
Sejak melonggarkan pembatasan perbatasan pascapandemi, Korea Utara mulai membuka kembali akses bagi wisatawan asing meski masih dalam jumlah terbatas.
Sebelum pandemi Covid-19, sekitar 100.000 wisatawan asal China berkunjung ke Korea Utara setiap tahun. Jumlah tersebut menjadikan warga China sebagai kelompok wisatawan asing terbesar di negara tersebut.
Kim Awasi Uji Coba Rudal dan Artileri
Sehari setelah mengunjungi resor Wonsan Kalma, Kim Jong Un juga mengawasi serangkaian uji coba sistem persenjataan Korea Utara.
Menurut KCNA, uji coba tersebut melibatkan peluncur roket multilaras, meriam howitzer swa-gerak, serta rudal balistik taktis.
Baca Juga : Airlangga Bantah Tudingan Panda Bond Tempat Pencucian Uang
Dalam pernyataannya, Kim menegaskan bahwa Korea Utara akan terus memperkuat kemampuan militernya sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional.
Ia menyebut kebijakan pertahanan diri negaranya adalah “terus memperkuat kemampuan serangan yang mematikan dan menghancurkan sehingga tidak ada musuh yang berani menghadapi” Korea Utara.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan bahwa di tengah upaya meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi, Pyongyang tetap mempertahankan fokus besar pada pengembangan kemampuan militernya.
