Trump Desak SPBU AS Turunkan Harga BBM, Ancam Sanksi
Trump meminta seluruh pengecer BBM segera menyesuaikan harga dan menargetkan harga bensin di kisaran 2,50 dollar AS per galon.
“Pengecer Bensin harus menurunkan Harga mereka, SEGERA. Tidak akan ada aksi dongkrak harga (gouging) yang mana itu sepenuhnya ilegal. Jika Pengecer tidak melakukan ini, masalah besar menanti di depan! Mulailah menargetkan angka sekitar US$ 2,50 per Galon,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Ia juga mendesak pelaku usaha untuk segera merespons arahannya demi membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup.
“Para Pengecer harus cepat bereaksi terhadap pernyataan ini, dan melakukan apa yang mereka tahu benar – TURUNKAN HARGA ANDA UNTUK RAKYAT AMERIKA KITA YANG LUAR BIASA!,” tambah Trump.
Selain menyoroti harga BBM secara nasional, Trump juga secara khusus mengkritik kebijakan pajak bahan bakar di negara bagian California yang menurutnya terlalu tinggi.
Menurut Trump, tingginya pajak tersebut justru membebani masyarakat dan membuat harga energi semakin mahal.
“Segera besaran Pajak akan lebih tinggi daripada Produk itu sendiri, dan Amerika Serikat tidak akan membiarkannya, begitu pula Rakyat California, yang sedang dilecehkan oleh Pajak konyol ini, dan oleh Pemerintah mereka sendiri,” kecam Trump.
Baca Juga: 8 Instalasi Militer AS di Teluk Diklaim Dihancurkan Iran
DOJ Diminta Selidiki Perusahaan Minyak
Pemerintahan Trump juga mengambil langkah lain untuk meningkatkan pasokan energi domestik dengan menggunakan kewenangan darurat guna mengaktifkan kembali pipa minyak di California yang telah ditutup sejak 2015 akibat kebocoran.
Tidak hanya menyasar pengecer, Trump sebelumnya mengaku telah memerintahkan Departemen Kehakiman AS (DOJ) untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan minyak besar yang dinilai tidak menurunkan harga jual BBM meski harga minyak mentah global mengalami penurunan.
“Perusahaan Minyak besar tidak menurunkan harga mereka di pompa bensin sebanding dengan penurunan tajam harga yang mereka bayar untuk Minyak. Harga-harga itu turun seperti batu! Dengan kata lain, pelanggan sedang ‘diperas’. Saya telah menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk segera mulai menyelidiki hal ini,” ungkap Trump.
Sejumlah analis menilai tekanan terhadap sektor energi tersebut berkaitan dengan upaya pemerintahan Trump meredam kekhawatiran publik terhadap kenaikan biaya hidup menjelang pemilihan paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Di sisi lain, sejumlah ekonom memperingatkan bahwa dampak konflik di Timur Tengah terhadap inflasi dan harga energi berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan perkiraan pemerintah.

[…] Trump Desak SPBU AS Turunkan Harga BBM, Ancam Sanksi […]