236 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri Masih Terbuka untuk WNI
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/BP2MI, Mukhtarudin, mengungkapkan peluang kerja bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri masih sangat besar. Berdasarkan data Kementerian P2MI/BP2MI, saat ini tersedia sekitar 315 ribu lowongan kerja di berbagai negara yang belum seluruhnya terisi.
Hingga kini, baru sekitar 78.996 posisi atau sekitar 25% yang berhasil ditempati oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI). Artinya, masih tersisa sekitar 236 ribu lowongan atau sekitar 75% dari total kebutuhan tenaga kerja yang belum terpenuhi.
Baca Juga : Tok! Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
“Nah sehingga ini yang perlu dipersiapkan di satu sisi kita melalui bonus demografi, tapi di sisi lain beberapa negara dunia lain mengalami aging population sehingga membuka ruang bagi peluang kerja di luar negeri kita isi secara berkompetensi,” ungkap dia dalam Agenda Rapat Kerja Komisi IX DPR RI Dengan Menteri P2MI/BP2MI, Selasa (30/6/2026).
Mukhtarudin menilai kondisi tersebut menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2035. Pada 2025, jumlah penduduk usia produktif diproyeksikan mencapai 183 juta jiwa dan meningkat menjadi sekitar 207,99 juta jiwa pada 2045.
“Ini merupakan angka yang cukup besar, dan tentu pemerintah akan menyiapkan angka-angka dengan seluruh kementerian terkait untuk mengatasi problematika ataupun masalah bonus demografi,” jelasnya.
Menurutnya, bonus demografi dapat menjadi modal utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional apabila dikelola secara optimal. Sebaliknya, tanpa persiapan yang memadai, tingginya jumlah penduduk usia produktif justru berpotensi menjadi beban bagi negara.
Karena itu, Kementerian P2MI/BP2MI mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar tidak hanya meningkatkan jumlah penempatan pekerja migran, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap PMI dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Indonesia.
Selain memperkuat aspek perlindungan, pemerintah juga mulai mengubah orientasi penempatan tenaga kerja Indonesia. Fokus penempatan kini diarahkan pada tenaga kerja dengan keterampilan menengah (medium skill) dan keterampilan tinggi (high skill), bukan lagi hanya pekerja berkeahlian rendah.
Baca Juga : Bahlil Pastikan Tarif PLN Tidak Naik hingga September
Mukhtarudin menilai kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara membuka peluang besar bagi Indonesia. Namun, kesempatan tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila calon pekerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian P2MI/BP2MI tengah membangun ekosistem penempatan pekerja migran yang lebih berkualitas melalui penguatan pendidikan vokasi dan program SMK Go Global. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar internasional sekaligus mengoptimalkan bonus demografi sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

[…] 236 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri Masih Terbuka untuk WNI […]