Airlangga Ungkap Belanja MBG Capai Rp80 T per Kuartal 2026
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa program Makan Bergizi Gratis telah menyasar 60 juta penerima manfaat sejak awal diluncurkan hingga sekarang.
Adapun sasaran penerima MBG tahun ini dipatok sesuai dengan target penuh, yaitu mencapai 82,9 juta orang.
Untuk mencapai target itu, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah akan menggelontorkan sekitar Rp 80 triliun per kuartal untuk program MBG.
“Program makan bergizi gratis (MBG) telah menjangkau 60 juta orang dan ditargetkan mencapai 83 juta orang pada akhir tahun. Belanja program ini sekitar Rp80 triliun per kuartal,” ujar Airlangga dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: BUMN Baru Bentukan Danantara, Apa itu Perminas?
Kenaikan Alokasi untuk MBG
Menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah memang resmi mengalokasikan anggaran MBG senilai Rp335 triliun.
Namun, angka tersebut mengalami kenaikan lebih dari lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu yang hanya Rp51,5 triliun. Dari total Rp335 triliun itu, sebanyak Rp268 triliun di antaranya dialokasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga utama pelaksana program
Anggaran yang digunakan untuk pemenuhan gizi nasional alias pembelian makanan bergizi sebanyak Rp255,5 triliun. Sementara itu, anggaran Rp12,41 triliun digunakan untuk program dukungan manajemen.
Adapun sisa sebanyak Rp67 triliun disiapkan untuk pembiayaan belanja non Kementerian/Lembaga (K/L) sebagai cadangan kebutuhan program di waktu mendatang.
Kepala BGN Dadan Hindayana menuturkan bahwa anggaran sudah terealisasi mencapai Rp19,5 triliun hingga Januari.
“Sampai saat ini saja Badan Gizi sudah mengeluarkan Rp19,5 triliun untuk Januari. Dan itu menggerakkan roda ekonomi, tidak hanya kebutuhan bahan baku meningkat, tetapi juga faktor ikutannya,” ujar Dadan di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: Diklaim Prabowo Sukses, Keracunan MBG Hanya 0,007 Persen
Penyebab Defisit APBN Melebar
Namun, Grup lembaga perbankan dan jasa keuangan HSBC Global Investment Research menjelaskan bahwa MBG menjadi salah satu sebab melebarnya defisit anggaran negara sepanjang 2025.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit APBN 2025 tercatat mencapai 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dengan kata lain, melewati target yang dipatok pemerintah yaitu sebesar 2,78 persen.
Sementara itu, Chief India Economist and Macro Strategist Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari mengatakan bawha pertumbuhan ekonomi tercatat masih cukup lemah pada awal 2025. Hal ini berakibat pada minimnya realisasi pendapatan negara.
Di sisi lain, Program MBG yang digagas Presiden Prabowo dinilai memompa belanja negara.
“Menurut pandangan saya, kenaikan tajam defisit fiskal pada 2025 terutama disebabkan oleh pertumbuhan PDB nominal yang lemah, sehingga berdampak pada penerimaan pajak yang rendah,” terang Pranjul dalam konferensi pers HSBC Outlook 2026, Januari lalu.
“Pada saat yang sama, pemerintah meluncurkan berbagai program kesejahteraan sosial baru, seperti program makanan gratis. Kombinasi pendapatan yang lemah dan belanja yang tinggi inilah yang mendorong defisit fiskal meningkat,” pungkas dia.
Baca Juga: AS, India, dan China Dominasi Tujuan ekspor Nonmigas RI di 2025

[…] Airlangga Ungkap Belanja MBG Capai Rp80 T per Kuartal 2026 […]