Tehran Waspada, Serangan AS Berpotensi Runtuhkan Iran?
Iran dilaporkan tengah menghadapi kekhawatiran serius terkait kemungkinan serangan militer dari Amerika Serikat (AS). Serangan yang dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada keamanan nasional, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas politik Iran dengan memicu kemarahan publik yang saat ini dinilai sudah berada pada titik kritis. Situasi ini muncul setelah terjadinya tindakan keras berdarah terhadap gelombang protes anti-pemerintah beberapa waktu lalu.
Dalam sejumlah pertemuan tingkat tinggi, para pejabat Iran disebut telah menyampaikan peringatan kepada Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
Mereka menilai bahwa kemarahan masyarakat akibat penindakan keras bulan lalu, yang disebut sebagai yang paling berdarah sejak Revolusi Islam 1979, telah mencapai tahap yang sangat berbahaya. Rasa takut yang sebelumnya menjadi penghalang utama bagi massa kini dianggap mulai hilang.
Baca Juga : Airlangga Ungkap Belanja MBG Habiskan Rp 80T di 2026
Menurut empat pejabat yang mengetahui jalannya pembahasan tersebut, Khamenei diberitahukan, bahwa banyak warga Iran saat ini yang siap kembali berhadapan langsung dengan aparat keamanan.
Tekanan eksternal, termasuk kemungkinan serangan terbatas dari Washington, diyakini dapat menjadi pemicu yang memperkuat keberanian massa sekaligus mengancam stabilitas politik negara itu.
“Serangan yang dikombinasikan dengan demonstrasi oleh orang-orang yang marah dapat menyebabkan runtuhnya sistem pemerintahan. Itulah kekhawatiran utama di antara para pejabat tinggi dan itulah yang diinginkan musuh-musuh kita,” ungkap salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya karena sensitivitas masalah ini kepada Reuters, Selasa (3/2/2026).
Pejabat tersebut menambahkan, bahwa pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran memang berupaya memanfaatkan situasi agar protes kembali meletus dan berujung pada kejatuhan Republik Islam. Ia juga memperingatkan bahwa jika pemberontakan benar-benar terjadi, potensi kekerasan yang lebih besar, tidak akan terhindarkan.
Kondisi ini menunjukkan adanya kekhawatiran mendalam di kalangan internal pemerintahan Iran, yang sangat kontras dengan sikap tegas dan menantang yang selama ini ditampilkan Tehran di hadapan publik terhadap demonstran maupun Amerika Serikat.
Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi militer terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan terbatas yang menargetkan pasukan keamanan serta para pemimpin Iran untuk mendorong kebangkitan gerakan protes.
Seorang mantan pejabat senior moderat menegaskan bahwa situasi sosial-politik Iran telah berubah drastis sejak penindakan keras pada awal Januari.
Baca Juga : Iuran Board of Peace Rp17T Diambil dari Anggaran Kemhan?
“Masyarakat sangat marah. Tembok ketakutan telah runtuh. Tidak ada rasa takut yang tersisa,” tegasnya, merujuk pada potensi rakyat Iran untuk bangkit kembali jika terjadi serangan dari pihak asing.
Ketegangan semakin meningkat seiring dengan kehadiran kapal induk AS beserta armada pendukungnya di kawasan Timur Tengah. Kehadiran militer tersebut dinilai memperluas opsi bagi Trump untuk mengambil langkah militer kapan saja, yang pada akhirnya dapat semakin memperburuk situasi di dalam negeri Iran.

[…] Tehran Waspada, Serangan AS Berpotensi Runtuhkan Iran? […]