Anggaran MBG Dipangkas Lagi, Purbaya: Bisa di Bawah Rp268 T
Pemerintah berencana kembali memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga nilainya diperkirakan lebih rendah dari pagu yang saat ini mencapai Rp268 triliun. Langkah efisiensi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
Program MBG selama ini menjadi salah satu prioritas pemerintah, tetapi juga mendapat sorotan karena besarnya anggaran yang dialokasikan serta potensi penyalahgunaan dalam pelaksanaannya.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan rincian besaran pemotongan anggaran nantinya akan diumumkan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.
Baca Juga : B50 Resmi Diluncurkan 1 Juli, Berapa Harga BBM Terbarunya?
“Nanti akan di bawah itu (Rp268 triliun). Tapi untuk detail nanti biar kepala BGN yang melaporkan,” ucap Purbaya saat konferensi pers di Gedung Juanda, dikutip Senin (29/6/2026).
Purbaya mengungkapkan keputusan memangkas anggaran MBG merupakan hasil pembahasan bersama Kepala BGN dalam pertemuan yang berlangsung di Kementerian Keuangan.
“Kemarin saya ketemu dengan Kepala BGN di sini (Kemenkeu), Dia melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program MBG. Saya pikir cukup signifikan penghematannya, tapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan,” kata Purbaya.
Saat dimintai tanggapan mengenai kabar pemangkasan anggaran yang nilainya bisa mencapai Rp40 triliun atau bahkan lebih besar, Purbaya tidak membantah kemungkinan tersebut.
Ia bahkan menilai efisiensi yang lebih besar akan memberikan dampak positif terhadap pengelolaan anggaran negara.
“Saya setuju apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Kalau kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus. Walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi,” katanya.
Menurut Purbaya, nilai anggaran MBG setelah proses efisiensi berpotensi berada di bawah Rp268 triliun pada 2026. Angka tersebut sendiri sebelumnya telah mengalami penyesuaian dari alokasi awal sebesar Rp335 triliun.
“Cukup signifikan pengurangannya yang jelas anggaran kita menjadi lebih aman. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN-nya sendiri. Jadi bisa ditanyakan ke Kepala BGN,” terangnya.
Ia juga memastikan penghematan anggaran tidak akan memengaruhi kualitas makanan maupun kandungan gizi yang diterima para penerima manfaat.
“Jadi justru dipastikan makanannya tetap bergizi. Tapi itu yang lebih tahu ranahnya Kepala BGN,” jelasnya.
Efisiensi Capai Hampir Rp40 Triliun
Sesuai arahan Presiden, pemerintah sebelumnya telah memangkas anggaran MBG dari Rp335 triliun menjadi sekitar Rp228,38 triliun. Dengan demikian, total efisiensi yang telah dilakukan untuk anggaran MBG tahun 2026 mencapai sekitar Rp39,62 triliun.
Meski demikian, angka tersebut masih berpotensi berubah karena Badan Gizi Nasional masih menjalankan proses efisiensi lanjutan dan refocusing terhadap sasaran penerima manfaat program.
Secara terpisah, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, membenarkan bahwa lembaganya sedang melakukan efisiensi sekaligus refocusing anggaran Program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga : Himbara Dapat Suntikan Dana 100 Triliun dari Purbaya, Apa Tujuannya?
Namun, ia belum bersedia mengungkapkan besaran anggaran yang akan dipangkas karena prosesnya masih berlangsung.
“Ya benar, kami sedang melakukan efisiensi atau refocusing anggaran. Angka pastinya menyusul,” kata Arumsari dikutip dari Detikcom, Senin (29/6/2026).
Saat ditanya mengenai pos anggaran yang akan dikurangi maupun mekanisme efisiensi yang akan diterapkan, Agustina mengatakan seluruh rinciannya akan diumumkan setelah proses finalisasi selesai.
“Nah, itu nanti dulu ya. Detailnya nanti kalau sudah siap, kami konferensi pers,” katanya.
