Anwar Ibrahim: Rusia Jamin Pasokan Energi Malaysia Aman hingga 20 Tahun
Malaysia memperoleh jaminan pasokan energi jangka panjang dari Rusia setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Anwar mengatakan, dalam pertemuan tersebut ia secara khusus membahas isu keamanan energi dan meminta kepastian agar Malaysia tetap memiliki akses terhadap pasokan minyak, gas, dan diesel yang stabil di tengah ketidakpastian global.
Menurut Anwar, Putin menyetujui skema pengaturan pasokan energi jangka panjang bagi Malaysia.
“Presiden Putin memberikan jaminan melalui pengaturan jangka panjang bahwa pasokan minyak, gas, dan diesel Malaysia akan tetap aman setidaknya selama 20 tahun ke depan,” kata Anwar pada Rabu (24/6/2026) setelah kembali dari kunjungannya ke Rusia dan Turkmenistan.
Ia mengatakan jaminan tersebut diberikan untuk memastikan masyarakat Malaysia tidak terdampak potensi gangguan pasokan energi pada masa mendatang.
Anwar menambahkan, pembicaraannya dengan Putin juga mencakup berbagai isu lain, mulai dari keamanan energi, kerja sama pasokan minyak, teknologi baru, hingga peluang kolaborasi di berbagai sektor.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Siap Didukung China
Kunjungan ke Turkmenistan
Selain Rusia, Anwar juga mengunjungi Turkmenistan yang dikenal sebagai salah satu produsen gas alam terbesar di dunia.
Mengutip The Straits Times, Anwar menyebut pertemuan dengan pimpinan Turkmenistan membuka peluang kerja sama energi yang lebih luas, terutama melalui keterlibatan perusahaan energi nasional Malaysia, PETRONAS.
Dalam kunjungan tersebut, PETRONAS menandatangani sejumlah perjanjian dengan pihak Turkmenistan, termasuk pengembangan dua blok gas besar serta kerja sama studi seismik untuk blok lepas pantai di wilayah utara.
Penandatanganan kesepakatan itu disaksikan langsung oleh Anwar dan Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedov.
PETRONAS Perluas Operasi di Laut Kaspia
Menurut PETRONAS, melalui anak usahanya Petronas Carigali (Turkmenistan) Sdn Bhd, perusahaan akan memperluas keterlibatannya di Laut Kaspia melalui perjanjian pembagian produksi yang mencakup blok lepas pantai 19 dan 20.
Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama perusahaan energi milik negara Turkmenistan, Turkmennebit dan Hazarnebit.
Selain itu, PETRONAS juga menandatangani perjanjian kerja sama untuk studi seismik dua dimensi di blok lepas pantai utara.
Perusahaan energi Malaysia tersebut telah beroperasi di Turkmenistan selama sekitar tiga dekade dan mengembangkan Blok 1 di sektor Turkmenistan di Laut Kaspia sejak 1996 melalui skema pembagian produksi.
Baca Juga: AS Dibantah Trump Terlibat Serangan Sekolah di Iran, Sebut Tak Ada Bukti
Strategi Ketahanan Energi Jangka Panjang
Anwar menegaskan bahwa langkah mengamankan pasokan energi masa depan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melindungi kepentingan generasi mendatang sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Ia menilai kerja sama yang berkembang dengan Rusia dan Turkmenistan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi Malaysia selama beberapa dekade ke depan.
Selain untuk kebutuhan dalam negeri, Anwar mengatakan pasokan energi tersebut juga berpotensi mendukung peningkatan ekspor ke negara-negara mitra seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang memiliki permintaan energi tinggi.
Menurut Anwar, stabilitas politik, arah kebijakan ekonomi yang jelas, serta semangat persatuan di Malaysia turut meningkatkan kepercayaan mitra internasional dan memperkuat kerja sama strategis di sektor energi.
