AS Mulai Blokade Laut Iran, Ancam Stabilitas Gencatan Senjata
Pemerintah Amerika Serikat pada Senin (13/4/2026), resmi memberlakukan blokade angkatan laut terhadap seluruh aktivitas kapal yang berusaha keluar masuk pelabuhan milik Iran. Kebijakan tersebut dilakukan di tengah berlangsungnya gencatan senjata sementara, antara kedua negara.
Langkah militer ini dinilai berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi energi dunia. Situasi tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap kelanjutan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.
Baca Juga : Purbaya Temui Investor AS di New York, Jawab Keraguan soal Ekonomi RI
Presiden Donald Trump mengkonfirmasi penerapan blokade tersebut saat memberikan pernyataan kepada media di Washington DC. Keputusan itu diambil setelah perundingan tingkat tinggi antara AS dan Iran yang berlangsung pada akhir pekan tidak menghasilkan kesepakatan berarti.
Trump menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz untuk membantu menstabilkan harga bahan bakar global, sekaligus menekan Iran agar kembali melanjutkan dialog diplomatik. Ia juga menegaskan sikap tegas AS terhadap program nuklir Iran.
Berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan optimisme bahwa Iran pada akhirnya akan bersedia menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklir. Ia menyebut bahwa pihak tertentu di Iran telah menghubungi pemerintah AS pada pagi hari dan menunjukkan minat untuk mencapai kesepakatan.
“Kita tidak bisa membiarkan suatu negara memeras atau mengancam dunia, karena itulah yang mereka lakukan. Mereka benar-benar memeras dunia. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi,” ucap Trump.
Keputusan memperketat tekanan terhadap Iran diambil setelah proses negosiasi yang berlangsung di Pakistan tidak menghasilkan terobosan. Sebelumnya, Iran menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal tanker setelah serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
Penutupan jalur strategis tersebut, ditambah kegagalan perundingan damai, memicu lonjakan harga berbagai komoditas global, termasuk bahan bakar, pangan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Iran Peringatkan Respons Keras atas Operasi Blokade
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Trump mengeluarkan peringatan melalui media sosial pada hari yang sama. Ia mengancam akan menghancurkan kapal perang Iran yang mendekati armada AS selama pelaksanaan blokade berlangsung.
Komando militer Komando Pusat Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa blokade diberlakukan terhadap seluruh kapal tanpa pengecualian, termasuk kapal dari negara lain yang beroperasi di wilayah pesisir Iran di kawasan Teluk Arab dan Teluk Oman.
Baca Juga : Setelah 5 Jam Bertemu Prabowo dan Putin Sepakat Kerjasama Minyak
Sebelumnya, pada pekan lalu, Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Meski demikian, kedua pihak masih memiliki perbedaan pandangan mengenai syarat-syarat pelaksanaan kesepakatan tersebut.
Pihak Garda Revolusi Iran merespons kebijakan terbaru AS dengan peringatan tegas. Mereka menyatakan bahwa setiap pergerakan kapal militer menuju Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dan akan direspons secara langsung.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global terhadap potensi eskalasi konflik baru di kawasan Timur Tengah, terutama mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi dunia.

[…] AS Mulai Blokade Laut Iran, Ancam Stabilitas Gencatan Senjata […]
[…] AS Mulai Blokade Laut Iran, Ancam Stabilitas Gencatan Senjata […]
[…] Baca Juga : Blokade Laut Iran Dimulai, Gencatan Senjata Terancam! […]