Iran Peringatkan Dampak Global Provokasi AS di Selat Hormuz
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memperingatkan konsekuensi serius dari tindakan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Ia menilai langkah yang disebutnya sebagai tindakan “sembrono” berpotensi mengancam stabilitas tidak hanya di kawasan, tetapi juga secara global.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Senin (13/4/2026), Araghchi menyampaikan peringatan keras terkait meningkatnya ketegangan akibat langkah Washington.
Baca Juga: Laut Iran Mulai Diblokade AS, Stabilitas Gencatan Senjata Terancam
Peringatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran. Menindaklanjuti hal tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah mulai menerapkan pembatasan di wilayah Laut Oman dan Laut Arab, di sebelah timur Selat Hormuz.
Langkah tersebut disebut akan berlaku untuk seluruh lalu lintas kapal tanpa memandang bendera negara.
Iran secara tegas menolak kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan tidak sah yang melanggar kedaulatan wilayahnya.
Militer Iran bahkan memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap pelabuhan negara itu akan memicu respons yang lebih luas di kawasan. Teheran menegaskan tidak ada pelabuhan di Teluk Persia maupun Laut Oman yang akan aman jika fasilitas pelabuhan Iran menjadi target.
Dalam percakapan yang sama, Lavrov turut menyampaikan sikap Rusia yang mengecam keras tindakan militer AS dan Israel terhadap Iran, sekaligus menegaskan dukungan Moskow terhadap posisi Teheran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Baca Juga: Ini Penyebab Gagalnya Negosiasi AS-Iran terkait Gencatan
