Bahlil Ungkap 3 Jurus Dongkrak Produksi Minyak RI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kebutuhan minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, produksi minyak dalam negeri atau lifting masih berada di kisaran 610 ribu barel per hari, sehingga Indonesia masih harus mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan energi.
“Impor kita 1 juta barel per day, kita beli di middle east sebelum terjadi ketegangan geopolitik, itu 20-25% crude yang kita beli di sana,” jelasnya saat berbicara di Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah guna meningkatkan produksi minyak nasional. Salah satu upaya yang akan ditempuh adalah mengoptimalkan lapangan minyak yang sudah beroperasi melalui penerapan teknologi yang lebih modern.
Baca Juga : Prabowo Siapkan Sesuatu untuk Pihak yang Ingin RI Gagal
Menurut Bahlil, penggunaan teknologi seperti fracking, Enhanced Oil Recovery (EOR), dan horizontal drilling menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan produksi dari lapangan migas yang telah ada.
Selain itu, pemerintah juga akan mengaktifkan kembali sumur-sumur minyak yang selama ini tidak berproduksi atau berstatus idle.
Bahlil menyebut terdapat sekitar 7.345 sumur idle yang masih memiliki potensi hidrokarbon. Dari jumlah tersebut, sebanyak 792 sumur telah berhasil direaktivasi sepanjang 2025. Sementara itu, sekitar 5.771 sumur lainnya dinilai berpotensi untuk dikerjasamakan guna menambah produksi minyak nasional.
“Mau tidak mau kita lakukan percepatan konstruksi agar bisa produksi. Ini cara yang harus dilakukan setengah di Jawa dan setengah di Papua,” terangnya.
Langkah berikutnya yang akan ditempuh pemerintah adalah mempercepat kegiatan eksplorasi migas, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur yang masih menyimpan potensi sumber daya energi cukup besar.
Pemerintah juga berencana mempercepat pengembangan sektor migas melalui berbagai skema kerja sama serta pemberian insentif yang lebih kompetitif bagi investor. Selain itu, sebanyak 118 blok migas potensial akan ditawarkan guna menarik investasi baru di sektor energi.
Baca Juga : Prabowo Tegaskan Tau Ciri-ciri Koruptor, Puji Kinerja Menteri
“ketiga, adalah mau tidak mau kita melakukan pelelangan,” terangnya.
Melalui tiga strategi tersebut, pemerintah berharap produksi minyak nasional dapat meningkat secara bertahap sehingga ketergantungan terhadap impor minyak dapat ditekan dan ketahanan energi nasional semakin kuat.
