Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Purbaya: Belum Ada Arahan Prabowo
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan hingga kini belum ada kepastian penggunaan APBN untuk membayar cicilan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.
Ia menegaskan, belum ada arahan dari tingkat eksekutif agar pembayaran utang proyek tersebut dibebankan pada APBN. Purbaya menyatakan masih menunggu instruksi resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Belum ada petunjuk khusus dari Presiden (Prabowo),” kata Purbaya di komplek parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga : Uni Eropa Tuntut AS Tepati Janji Setelah Putusan MA Soal Tarif!
Menurutnya, skema pembayaran utang Whoosh juga belum sepenuhnya jelas, termasuk kemungkinan pemanfaatan dana dari Danantara yang menghimpun dividen BUMN.
“Adanya dari Rosan (CEO Danantara), itu kan belum clear. Saya kalau ada petunjuk presiden saya kerjain, sekarang belum. Paling nggak, ada tapi belum firm,” katanya.
Di sisi lain, Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai rencana penggunaan APBN untuk menutup utang proyek Whoosh kurang tepat. Ia mengingatkan agar beban pembayaran proyek yang dibangun pada era Presiden Joko Widodo tersebut tidak sepenuhnya dialihkan ke anggaran negara.
Menurut Huda, ruang fiskal Indonesia berpotensi tertekan jika seluruh kewajiban utang, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp120 triliun ditanggung melalui APBN.
“Skema utang Whoosh yang multiyears ini mengurangi kapasitas fiskal pemerintah untuk melakukan pembangunan nasional. Itu multiyears-nya pun puluhan tahun baru selesai. Bagaimana jika ada perubahan suku bunga yang mengerek pembayaran hutang Whoosh? Bisa terjadi risiko gagal bayar. Ini harus jadi pertimbangan pemerintah,” ujar Huda.
Baca Juga : China Amati Dampak Pembatalan Tarif Trump usai Putusan MA

[…] Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Purbaya: Belum Ada Arahan Prabowo […]
[…] Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Purbaya: Belum Ada Arahan Prabowo […]