Tarif Baru Trump Disebut Uni Eropa Melanggar Deal Dagang
Uni Eropa menilai kebijakan tarif terbaru Presiden AS, Donald Trump, berpotensi menaikkan bea masuk atas sejumlah produk ekspor blok tersebut, termasuk keju dan komoditas pertanian lainnya. Di mana kebijakan ini dipandang melampaui batas yang telah disepakati dalam perjanjian dagang bilateral.
Setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan penggunaan undang-undang kekuasaan darurat sebagai dasar penerapan tarif timbal balik global, Trump mengumumkan tarif global baru sebesar 10%.
Tetapi, ancaman kenaikan tarif menjadi 15% menggunakan Section 122 dari Trade Act 1974 tidak bisa dihindari. Undang-undang ini mengizinkan tarif darurat selama maksimal 150 hari untuk menangani masalah pembayaran internasional yang fundamental.
Baca Juga : Bayar Utang Whoosh Pake APBN? Purbaya Sebut Belum Ada Arahan!
Komisi Eropa, yang bertanggung jawab atas kebijakan perdagangan Uni Eropa, menyampaikan kepada parlemen bahwa tarif global baru tersebut akan ditambahkan ke bea masuk yang telah berlaku sebelumnya. Hal itu diungkapkan Ketua Komite Perdagangan Parlemen Eropa, Bernd Lange.
Dengan skema tarif kumulatif ini, sejumlah produk berpotensi dikenai bea masuk melebihi ambang 15% yang telah disepakati dalam perjanjian dagang antara Uni Eropa dan AS
Berdasarkan rancangan kebijakan tarif terbaru Trump, produk seperti mentega, plastik, tekstil, dan bahan kimia dapat dikenai tarif melampaui batas 15%, menurut sumber yang mengetahui laporan Komisi Eropa.
Perjanjian dagang Uni Eropa-AS yang dicapai musim panas lalu antara Trump dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menetapkan tarif 15% untuk sebagian besar ekspor Uni Eropa ke AS. Sebagai imbalannya, Uni Eropa menghapus tarif atas berbagai produk asal AS yang masuk ke pasar blok tersebut.
Namun demikian, AS tetap mempertahankan tarif 50% terhadap impor baja dan aluminium dari Eropa.
Uni Eropa menerima kesepakatan tersebut dengan pertimbangan untuk menghindari eskalasi perang dagang dengan Washington serta menjaga hubungan keamanan, terutama dalam konteks dukungan terhadap Ukraina.
Parlemen Eropa pada Senin memutuskan menangguhkan proses legislasi untuk meratifikasi perjanjian dagang tersebut. Penundaan dilakukan untuk meminta kejelasan atas arah kebijakan perdagangan terbaru pemerintah AS.
Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, diketahui telah berbicara dengan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, dan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, pada akhir pekan. Ia kemudian menyampaikan hasil pembicaraan tersebut kepada anggota parlemen dan para duta besar Uni Eropa.
Dalam laporannya, Sefcovic menyebut kemungkinan diperlukan masa transisi hingga empat bulan untuk merumuskan detail kebijakan perdagangan yang baru.
Sejumlah duta besar negara anggota Uni Eropa dalam pertemuan tersebut menyatakan keinginan untuk tetap mempertahankan perjanjian dagang yang telah disepakati, meskipun muncul ketidakpastian akibat putusan pengadilan di AS.
Kedua pihak sama-sama menyatakan komitmen menjaga kesepakatan perdagangan. Namun, mekanisme implementasi dan kepastian waktunya masih belum jelas.
Baca Juga : Prediksi Balik Modal Whoosh Butuh Waktu Sampai 100 Tahun

[…] Tarif Baru Trump Disebut Uni Eropa Melanggar Deal Dagang […]
[…] Tarif Baru Trump Disebut Uni Eropa Melanggar Deal Dagang […]