Bertemu Prabowo, Luhut Siapkan Skenario Hadapi Krisis Global
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, bertemu dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Negara untuk membahas langkah strategis menghadapi ketidakpastian global.
Dalam pertemuan tersebut, Luhut menyampaikan sejumlah skenario kebijakan yang dirancang untuk merespons potensi dampak dari konflik global yang berlarut-larut. Melalui akun Instagram resminya Instagram @luhut.pandjaitan, ia menjelaskan bahwa dalam tiga bulan mendatang kondisi pertumbuhan, serta aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang relatif stabil.
Baca Juga : Rosan Lapor ke Prabowo, Investasi RI Capai Rp 498T
Namun demikian, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan.
“Selain energi, kami juga mencermati gangguan rantai pasok komoditas strategis lainnya; seperti sulfur yang krusial bagi hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perhatian tidak hanya tertuju pada kenaikan harga minyak mentah, tetapi juga pada selisih harga antara minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM) yang semakin melebar.
Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%
Meski tantangan global meningkat, Luhut memastikan berbagai simulasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kondisi ekonomi nasional dan APBN masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
Ia menyebut defisit APBN akan tetap dijaga di bawah ambang batas 3 persen melalui pengendalian belanja negara secara ketat. Selain itu, tambahan penerimaan negara dari sektor ekspor komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit juga diharapkan membantu menjaga keseimbangan fiskal.
“Aktivitas ekonomi dijaga melalui percepatan deregulasi sebagai bentuk stimulus non fiskal bagi dunia usaha. Saya sampaikan kepada Presiden bahwa hambatan struktural di lapangan harus diselesaikan agar perizinan lebih sederhana dan dunia usaha tetap memiliki kepastian untuk bergerak,” tegas Luhut.
Baca Juga : Temuan Sumur Gas RI Disorot Media Asing, Ini Kata Mereka!
Selain menjaga stabilitas fiskal, Luhut menilai kondisi global saat ini juga membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi. Seperti transformasi digital (GovTech), dan mendorong pembangunan Indonesia Financial Center.
“Mengingat kita perlu bersiap mengambil alih pergeseran arus modal global. Dengan langkah terukur dan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga mengambil kesempatan untuk melakukan lompatan kemajuan,” jelas Luhut.

[…] Bertemu Prabowo, Luhut Siapkan Skenario Hadapi Krisis Global […]