Buffett Borong Alphabet, Saham Melonjak ke Rekor Baru
Saham Alphabet melonjak hampir 6 persen ke rekor tertinggi pada Senin (17/11/025) setelah Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik Warren Buffett, membeli 17,85 juta saham Alphabet senilai sekitar 4,93 miliar dollar AS (sekitar Rp 82,47 triliun).
Langkah ini menjadi salah satu investasi besar terakhir era Buffett, sekaligus langkah langka bagi Berkshire yang selama ini dikenal enggan masuk ke sektor teknologi. Pembelian saham ini menandai perubahan pola pikir Berkshire, meski tetap berkaitan dengan pendekatan value investing.
“Pembelian saham perusahaan teknologi ini mungkin menunjukkan perubahan pola pikir di Berkshire, meski tidak sepenuhnya lepas dari model investasi bernilai,” tutur Steve Sosnick, Chief Strategist di Interactive Brokers.
Baca Juga: Kesepakatan Baru AS-Arab Saudi, Deal Jet F-35 dan Nuklir!
Pembelian tersebut hadir di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham teknologi, setelah muncul peringatan bahwa euforia kecerdasan buatan (AI) telah mendorong valuasi menjauh dari fundamental. Meski demikian, Alphabet justru menjadi pengecualian.
ETF Roundhill Magnificent 7 bergerak datar sejak September setelah mengungguli S&P 500 sepanjang tahun, namun saham Alphabet justru naik hampir 14 persen sepanjang kuartal Desember dan mencatat kenaikan 46 persen sepanjang tahun, tertinggi dibandingkan perusahaan lain dalam kelompok “Magnificent Seven”.
Valuasi Alphabet juga relatif lebih rendah di antara raksasa teknologi, yakni diperdagangkan sekitar 25 kali proyeksi laba 12 bulan ke depan, dibandingkan Microsoft pada 29 kali dan Nvidia hampir 30 kali.
“Alphabet lebih cocok dengan tema value investing dibandingkan beberapa perusahaan lain yang memimpin reli AI,” ujar Sosnick.
Analis menilai Alphabet memiliki posisi kuat dalam AI karena investasi infrastruktur besar, adopsi awal alat pencarian berbasis AI, serta bisnis iklan yang mampu membiayai ekspansi pusat data.
“Langkah Berkshire memvalidasi fundamental Google dan memberi eksposur pada penyedia AI terkemuka melalui Google Cloud dan perluasan Gemini,” jeas analis CFRA Angel Zino.
Arus dana investor ke Alphabet meningkat setelah laporan keuangan yang menunjukkan investasi AI membuat Google Cloud berubah menjadi mesin pertumbuhan utama. Pembelian ini juga menghapus penyesalan lama Buffett dan mendiang Charlie Munger karena melewatkan Google di masa awal, menjelang transisi kepemimpinan kepada Greg Abel pada akhir 2025.
Baca Juga: Pertamina Temukan 724 Juta Barel, Terbesar 10 Tahun
Belum jelas apakah pembelian dilakukan langsung oleh Buffett, Todd Combs, Ted Weschler, atau Greg Abel, meski investasi besar biasanya ditangani Buffett. Jika kenaikan saham bertahan, Alphabet berpotensi menambah sekitar 180 miliar dollar AS kapitalisasi pasar.
Saham perusahaan memang sering melonjak ketika Berkshire mengungkap posisi baru, berkat reputasi Buffett sebagai penentu arah investasi. Pengungkapan posisi ini pada Jumat (14/11/2025) membuat Alphabet menjadi salah satu saham paling tren di platform Stocktwits.
Dalam laporan kuartal September, Berkshire tercatat sebagai penjual bersih saham, termasuk memangkas porsi di Apple dan Bank of America, sehingga kas mereka naik ke rekor 381,7 miliar dollar AS. Beberapa investor menilai penumpukan kas ini sebagai sinyal bahwa Buffett menilai valuasi pasar terlalu tinggi.
Meski demikian, portofolio ekuitas Berkshire masih condong ke sektor jasa keuangan, mencapai 36,6 persen dari total kepemilikan per September. Kini pasar menanti apakah investasi pada Alphabet menjadi langkah awal strategi baru Berkshire di era transisi kepemimpinan.

[…] Baca Juga: Saham Melonjak ke Rekor Baru setelah Buffet Borong Alphabet […]