Pertamina Bubarkan 2 Anak Usaha, Ikuti Arahan Prabowo
PT Pertamina (Persero) resmi melikuidasi dua anak perusahaannya sebagai bagian dari program perampingan BUMN. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo yang menargetkan penyederhanaan jumlah BUMN dari sekitar 1.000 entitas menjadi hanya 200 perusahaan.
Agung menjelaskan bahwa sepanjang 2025, Pertamina telah menyelesaikan proses likuidasi terhadap dua entitas yang dinilai tidak lagi memiliki kontribusi strategis. TRB London, perusahaan asuransi milik Pertamina, dibubarkan pada Februari 2025. Sementara Pertamina Energy Services Pte. Ltd. yang berbasis di Singapura resmi dilikuidasi pada Juli 2025.
Baca Juga : Krisis China-Jepang Memanas, Larangan Impor Diterapkan
Pembubaran dua perusahaan tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi dan reformasi tata kelola yang berkelanjutan. Pertamina kini akan lebih memfokuskan sumber dayanya pada bisnis inti seperti migas, pengolahan energi, distribusi energi, serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Agung menambahkan, Pertamina akan bergerak ke arah struktur yang lebih ramping, kompetitif, dan mampu membuat keputusan dengan cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Dalam proses streamlining, Pertamina kini memprioritaskan integrasi pada bisnis hilir yang mencakup tiga sektor, yaitu commercial & trading, refinery & petrochemical, serta marine atau logistik/perkapalan. Penggabungan bisnis tersebut saat ini sedang dalam proses persetujuan internal, termasuk pembahasan dengan Dewan Komisaris untuk menyiapkan implementasi pada 2026.
Pertamina Berbenah
Agung memaparkan empat agenda konsolidasi anak perusahaan. Pertama, konsolidasi unit bisnis rumah sakit melalui Pertamina Bina Medika IHC yang kini masuk tahap kajian oleh Danantara.
Kedua, sektor perhotelan di bawah PT Patra Jasa, di mana sembilan unit bisnis hotel Pertamina sedang dievaluasi oleh Hotel Indonesia Natour (HIN).
Ketiga, konsolidasi sektor maskapai penerbangan Pelita Air Services (PAS) yang saat ini dikaji bersama Garuda Indonesia sesuai arahan Danantara.
Keempat, konsolidasi sektor asuransi oleh Indonesia Financial Group (IFG), sejalan dengan langkah serupa yang juga dilakukan BUMN lainnya yang memiliki lini bisnis asuransi.
Baca Juga : Himbara Didesak Danantara Kejar Skala DBS dan HSBC

[…] Pertamina Bubarkan 2 Anak Usaha, Ikuti Arahan Prabowo […]