Wali Kota Baru New York Tantang Trump Soal Operasi ICE!
Zohran Mamdani, wali kota terpilih New York City, memberikan pesan politik tegas kepada Presiden Donald Trump. Ia menekankan bahwa Departemen Kepolisian New York City (NYPD) harus fokus pada keselamatan publik, bukan membantu operasi Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE).
Melalui berbagai pernyataan publik, Mamdani menegaskan bahwa New York di bawah kepemimpinannya tidak akan tunduk pada tekanan federal dalam hal penegakan hukum imigrasi. Ia menyebut New York sebagai “kota imigran” dan telah menginstruksikan Komisaris Polisi Jessica Tisch untuk memastikan tidak ada satu pun anggota NYPD yang ikut serta dalam operasi ICE.
Baca Juga : Kesepakatan Baru Antara AS-Arab, Deal F-35 dan Nuklir
Mamdani menyinggung sejumlah kasus ketika kepolisian kota diduga terlibat dalam operasi federal, sebuah praktik yang menurutnya tidak dapat diterima. Ia juga menyampaikan kegelisahan warga yang merasa terintimidasi karena agen ICE mendatangi rumah dan sekolah kerabat mereka.
Sikap Mamdani muncul setelah Tom Homan, Kepala Perbatasan Gedung Putih sekaligus mantan direktur ICE, mengatakan bahwa pemerintah federal akan menggencarkan operasi besar-besaran di New York sebagai bagian dari kebijakan imigrasi Trump. Homan bahkan menyatakan bahwa New York akan “dibanjiri” agen ICE dan operasi akan berjalan “dengan atau tanpa Mamdani.”
Dalam wawancara nasional, Homan menyebut operasi ICE di New York “sudah dekat,” sembari menuduh pemerintah kota sebelumnya menghambat kerja sama federal dan perlu membuka kembali operasi besar demi keamanan publik.
Ketegangan ini terjadi di tengah upaya pemerintahan Trump menekan kota-kota suaka. Trump sebelumnya mengancam akan memotong bantuan federal, menahan dana infrastruktur, dan meningkatkan kehadiran ICE untuk menekan kota yang menolak bekerja sama.
New York menjadi wilayah dengan dampak besar mengingat lebih dari 3,2 juta penduduknya adalah warga kelahiran luar negeri, atau sekitar sepertiga populasi kota.
Mamdani, yang akan resmi menjabat sebagai wali kota ke-111 pada 1 Januari 2026, menegaskan bahwa dirinya bersedia bertemu Trump, namun tidak akan mengubah sikap terhadap kebijakan yang dianggap merugikan warganya. Ia menyebut perlindungan imigran sebagai amanat publik yang wajib dijalankan.
Setelah kemenangannya, Mamdani juga berhasil menggalang dana transisi sebesar US$4 juta. Dalam dua pekan, penggalangan dana tersebut telah mengumpulkan lebih dari US$1 juta untuk kebutuhan rekrutmen staf, seleksi kandidat, persiapan pelantikan, serta penyusunan agenda pemerintahannya tanpa “ketergantungan pada donatur kaya.”
Baca Juga : Pertamina Temukan Harta Karun 724 Juta Barel

[…] Wali Kota Baru New York Tantang Trump Soal Operasi ICE! […]