Catatan Menkeu AS Picu Spekulasi Rencana Borong Yen Jepang
Sebuah foto yang diambil saat rapat kabinet Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan intervensi pemerintah AS di pasar valuta asing.
Foto yang diabadikan Reuters saat rapat kabinet di Camp David, Jumat (31/7/2026) waktu setempat, memperlihatkan buku catatan milik Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Dalam halaman catatan tersebut terlihat tulisan yang digarisbawahi bertajuk “To Do”.
Di bawahnya terdapat catatan berbunyi, “Buy Japanese Yen (JPY) $5-10 bil” atau “Beli Yen Jepang (JPY) senilai 5-10 miliar dollar AS.”
Baca Juga: Pangkalan AS di Kuwait Kembali Diserang Iran dengan Drone
Jika menggunakan kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp90 triliun hingga Rp180 triliun.
Reuters melaporkan foto itu diambil dari belakang bahu Bessent pada sesi rapat yang terbuka bagi media sekitar pukul 11.33 waktu setempat.
Tidak ada catatan lain yang terlihat pada halaman tersebut. Nama Scott Bessent pada kartu peserta rapat juga tampak jelas berada tepat di atas buku catatan, sehingga memperkuat dugaan bahwa catatan itu memang miliknya.
Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan penjelasan resmi mengenai maksud tulisan tersebut.
Intervensi Langka di Pasar Valuta Asing
Apabila Washington benar-benar kembali membeli yen di pasar valuta asing, langkah itu akan menjadi salah satu intervensi paling jarang dalam kebijakan mata uang modern Amerika Serikat.
Menurut Reuters, Departemen Keuangan AS terakhir kali melakukan intervensi untuk membantu memperkuat yen pada 2011.
Saat itu, AS bergabung dengan negara-negara G7 setelah Jepang dilanda gempa bumi dan tsunami besar.
Intervensi tersebut dilakukan untuk menstabilkan pasar keuangan sekaligus meredam gejolak nilai tukar yen.
Baca Juga: Koordinasi Baru Milisi Pro Iran Diungkap Dugaan Serangan ke Saudi
Sejak aksi bersama itu, AS belum pernah lagi tercatat melakukan intervensi langsung untuk menopang mata uang Jepang.
Spekulasi semakin menguat karena beberapa jam sebelum foto tersebut diambil, Reuters melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS telah memberi tahu sejumlah bank mengenai kemungkinan intervensi di pasar yen pada hari yang sama.
Informasi tersebut diperoleh Reuters dari sumber yang mengetahui persoalan itu.
Di sisi lain, pemerintah Jepang juga telah lebih dahulu mengambil langkah untuk memperkuat mata uangnya.
Pada Jumat (31/6/2026) pagi waktu Tokyo, otoritas Jepang dilaporkan melakukan intervensi guna menopang nilai tukar yen yang sebelumnya terus tertekan terhadap dolar AS.
Langkah tersebut mendorong penguatan signifikan yen dalam perdagangan pagi hari.

[…] Catatan Menkeu AS Picu Spekulasi Rencana Borong Yen Jepang […]
[…] Catatan Menkeu AS Picu Spekulasi Rencana Borong Yen Jepang […]