Harapan Damai Dagang AS–China Perkuat Sentimen Pasar Dunia
Economix.id – Pasar saham global menguat pada perdagangan Selasa (28/10) dipimpin lonjakan sektor teknologi dan meningkatnya harapan terhadap pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Sentimen positif juga menguat setelah muncul sinyal perbaikan hubungan dagang antara AS dan China, yang menambah optimisme investor menjelang keputusan kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).
Indeks naik 0,34% menjadi 47.706,37, S&P 500 bertambah 0,23%, dan melonjak 0,8% didorong saham teknologi besar.
Saham melesat 5% setelah mengumumkan pembangunan tujuh superkomputer kecerdasan buatan (AI) untuk Departemen Energi AS senilai US$500 miliar. Kenaikan tersebut menambah kapitalisasi pasar perusahaan menjadi mendekati US$5 triliun.
Saham menguat 2% setelah memperluas kemitraan dengan OpenAI, sementara menembus valuasi US$4 triliun dengan kenaikan tipis 0,1%.
Dari sisi korporasi lainnya, melonjak 8% berkat hasil keuangan yang melampaui ekspektasi, sedangkan melaporkan pertumbuhan laba kuartalan akibat peningkatan volume transaksi.
Optimisme investor meningkat menjelang pengumuman kebijakan The Fed. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin mencapai 99,9%, seiring melambatnya inflasi AS menjadi 3% dan melemahnya pasar tenaga kerja.
“Pelaku pasar menanti pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell mengenai arah kebijakan selanjutnya dan potensi penghentian quantitative tightening,” ungkap Kiwoom Sekuritas dalam risetnya, Rabu (29/10/2025).
Di sisi geopolitik, sambung riset tersebut, sinyal redanya tensi perdagangan antara AS dan China turut memperkuat euforia pasar. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden Donald Trump mempertimbangkan pemangkasan tarif impor bahan kimia fentanyl dari 20% menjadi 10% apabila Beijing membatasi ekspor bahan baku tersebut.
Kedua negara juga dikabarkan akan meninjau draft kerangka kerja sama dagang baru yang disusun di Kuala Lumpur.
Langkah diplomatik serupa juga dilakukan antara AS dan Jepang. Trump serta Perdana Menteri Sanae Takaichi menandatangani kerja sama pengamanan pasokan mineral tanah jarang guna mengurangi ketergantungan terhadap China.
Selain itu, diplomat AS Gabriel Escobar bertemu pelaku tambang di Brasil membahas eksplorasi rare earth sebagai bagian dari strategi pasokan alternatif global.
Di Eropa, pasar bergerak bervariasi menjelang keputusan The Fed. turun 0,1%, melemah 0,3%, sementara naik 0,5%.
“Kinerja emiten besar seperti dan memberikan sinyal campuran, masing-masing turun akibat provisi hukum dan naik karena kenaikan pendapatan perdagangan,” jelas Kiwoom.
Sementara itu, di Asia, indeks terkoreksi 0,4% setelah sempat mencetak rekor tertinggi, melemah 1%, dan turun 0,3%.
Namun, justru naik 0,6% didukung optimisme pasar terhadap reformasi ekonomi dan potensi penguatan dolar Singapura dalam jangka panjang.
Dari sisi komoditas, harga emas terus menanjak dan diproyeksikan mencapai US$5.000 per ons pada 2026, sementara turun 1,8% ke US$63,76 per barel seiring kabar OPEC+ akan meningkatkan produksi Desember mendatang.
sumber : id.investing.com
