Harga Beras Dunia Naik, Amran Bersyukur Stok RI Melimpah
Harga beras dunia kembali menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data Trading Economics, harga beras global pada perdagangan terbaru mencapai US$13,75 per kuintal, meningkat dibandingkan posisi 23 Juni 2026 yang berada di level US$12,48 per kuintal.
Meski harga beras internasional bergerak naik, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kondisi di Indonesia masih terkendali.
Menurut dia, pasokan beras nasional yang melimpah membuat harga di dalam negeri tetap stabil di tengah tekanan pasar global.
“Harga beras, tapi kita stabil Alhamdulillah. Kenapa? Beras kita surplus dan stok kita banyak, sangat besar. Harga dunia naik Alhamdulillah,” papar Amran saat ditemui di Universitas Sumatra Utara (USU), Medan, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Dugaan Markup Pikap Koperasi Merah Putih Dijawab Purbaya
Amran menilai stabilitas harga beras menjadi salah satu pencapaian pemerintah di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Ia menyebut kondisi tersebut tidak terlepas dari ketersediaan stok beras yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, kenaikan harga beras dunia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada rantai pasok global.
“Ini Bapak Presiden, harga beras stabil di saat harga dunia naik dengan akibat Selat Hormuz mungkin salah satunya,” ujar dia.
Di tengah kenaikan harga beras global, Amran juga melihat adanya peluang bagi Indonesia.
Ia mengungkapkan sejumlah negara telah menyampaikan minat untuk mengimpor beras dari Indonesia seiring kondisi pasokan domestik yang surplus.
Baca Juga: Diakui Purbaya, Program MBG Hadapi Banyak Tantangan
Meski demikian, pemerintah belum mengambil keputusan terkait ekspor beras karena masih dalam tahap pembahasan dan negosiasi dengan negara-negara yang berminat.
“Oh iya pasti (pemerintah Indonesia mengambil peluang). Karena ada beberapa negara minta impor (beras ke Indonesia). Sementara ini masih negosiasi,” pungkas Amran.
Kondisi tersebut menunjukkan Indonesia berada dalam posisi yang relatif lebih kuat dibandingkan sejumlah negara lain yang menghadapi tekanan akibat kenaikan harga pangan global.
Dengan stok beras yang besar dan harga yang tetap stabil, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga di tengah dinamika pasar internasional.
