Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Trump Tolak Proposal Perdamaian Iran
Harga minyak dunia melonjak tajam setelah Presiden Donald Trump menolak respons terbaru Iran terkait proposal penghentian perang di kawasan Timur Tengah.
Penolakan tersebut memperpanjang ketidakpastian atas kondisi Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat gangguan distribusi energi global.
Minyak mentah Brent tercatat melonjak hingga 3,5 persen ke level 104,80 dollar AS per barel.
Baca Juga: Siapapun yang Dekati Uranium Pengayaan Iran Diancam Trump Hancur!
Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik mendekati 99 dollar AS per barel.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut respons terbaru dari Teheran terhadap proposal damai Washington tidak dapat diterima.
“SAMA SEKALI TIDAK BISA DITERIMA,” tulis Trump.
Penolakan itu terjadi di tengah upaya kedua negara mempertahankan gencatan senjata yang dinilai masih rapuh setelah berbagai eskalasi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi Selat Hormuz yang nyaris tertutup sejak perang pecah pada akhir Februari disebut telah menghambat distribusi minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar ke pasar internasional.
International Energy Agency (IEA) bahkan menyebut konflik tersebut sebagai salah satu guncangan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.
Baca Juga: HMS Dragon Dikerahkan Inggris ke Timur Tengah, Selat Hormuz Menegang
Laporan The Wall Street Journal menyebut Teheran sempat menawarkan pemindahan sebagian stok uranium yang diperkaya ke negara ketiga.
Namun Iran dikabarkan tetap menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya. Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, membantah laporan tersebut.
