Industri Jerman Masuk Fase Kritis, 15.000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Tiap Bulan
Mesin utama perekonomian Eropa tengah menghadapi tekanan besar. Asosiasi Industri Jerman (BDI) memperingatkan sektor manufaktur negara itu tengah mengalami krisis serius dengan rata-rata sekitar 15.000 pekerja kehilangan pekerjaan setiap bulan.
Ketua BDI, Tanja Goenner, mengatakan kondisi industri Jerman saat ini berada di ambang deindustrialisasi. Organisasi yang mewakili lebih dari 100.000 perusahaan dan sekitar 8 juta pekerja itu menilai daya saing manufaktur Jerman terus melemah akibat kombinasi krisis energi dan tekanan ekonomi global.
Gelombang PHK Hantam Industri Otomotif dan Manufaktur
Data Badan Ketenagakerjaan Federal Jerman menunjukkan sekitar 177.000 pekerja manufaktur kehilangan pekerjaan dalam kurun 12 bulan terakhir. Sektor otomotif, permesinan, dan pengolahan logam menjadi yang paling terdampak.
Baca Juga : Adanya Stimulus Baru, Purbaya Ungkap Insentif untuk Kendaraan Listrik
Sejumlah perusahaan besar juga telah mengumumkan rencana efisiensi tenaga kerja, antara lain:
- Volkswagen mengindikasikan potensi pengurangan hingga 100.000 pekerja secara global.
- Bosch berencana memangkas lebih dari 20.000 posisi hingga 2030.
- ZF menargetkan pengurangan sekitar 14.000 karyawan hingga 2028.
Sementara itu, firma konsultan Horvath memperkirakan sekitar 100.000 pekerja industri lainnya masih berisiko kehilangan pekerjaan sepanjang 2026.
“Situasi di sektor industri sudah sangat kritis. Jerman telah kehilangan daya saing utamanya sebagai pusat manufaktur dunia,” tegas Tanja Goenner.
Krisis Energi Jadi Pemicu Utama
BDI menilai lonjakan biaya energi menjadi faktor terbesar yang menekan industri nasional. Selama bertahun-tahun, sektor manufaktur Jerman menikmati pasokan gas berbiaya rendah dari Rusia.
Namun setelah pasokan tersebut terhenti akibat sanksi, Jerman beralih mengimpor gas alam cair (LNG) dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Kanselir Friedrich Merz juga mengakui krisis energi saat ini dipicu oleh hilangnya pasokan gas Rusia. Kondisi tersebut semakin berat akibat konflik Amerika Serikat-Iran dan terganggunya aktivitas di Selat Hormuz yang ikut mengguncang pasar energi global.
Laporan Berliner Zeitung menyebut harga gas impor yang dibayar Jerman kini mencapai lima kali lipat dibandingkan sebelum penghentian kontrak gas Rusia.
BDI Minta Pemerintah Selamatkan Daya Saing Industri
BDI menilai proses deindustrialisasi masih dapat dicegah apabila pemerintah Jerman bersama Uni Eropa mempercepat investasi pada teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan (AI), serta memangkas regulasi yang dinilai menghambat daya saing industri.
Baca Juga : Prabowo Minta Harga BBM Subsidi Tetap!
Namun tantangan diperkirakan masih berat. Uni Eropa tetap menargetkan penghentian seluruh impor gas Rusia pada 2027, sementara ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi.
Kondisi tersebut membuat sektor manufaktur Jerman harus berjuang mempertahankan daya saing di tengah biaya produksi yang terus meningkat dan perlambatan ekonomi global.

[…] Industri Jerman Masuk Fase Kritis, 15.000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Tiap Bulan […]