Iran Desak AS di Ujung Pilihan, Lanjutkan Operasi atau Kesepakatan Buruk?
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menilai ruang gerak pengambilan keputusan Amerika Serikat semakin terbatas. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah pada Minggu (3/5/2026), Washington disebut hanya memiliki dua opsi, yakni menjalankan operasi militer yang dinilai mustahil atau menerima kesepakatan yang tidak menguntungkan dengan Iran.
“Trump harus memilih antara operasi yang mustahil atau kesepakatan buruk dengan Republik Islam Iran,” kata organisasi intelijen IRGC dilansir AFP, Minggu.
Baca Juga : Bos BI Temui Airlangga Bahas Rupiah yang Tembus Rp 17.400!
“Ruang lingkup pengambilan keputusan AS telah menyempit,” lanjut pernyataan tersebut.
IRGC juga menyinggung adanya perubahan sikap dari Tiongkok, Rusia, serta negara-negara Eropa terhadap kebijakan Washington. Selain itu, mereka menyebut adanya batas waktu yang ditetapkan Iran terkait blokade angkatan laut AS, meski tidak dijelaskan secara rinci kapan tenggat tersebut berakhir.
Iran Tetapkan Tenggat Waktu Satu Bulan
Sebelumnya, Teheran telah mengajukan proposal revisi berisi 14 poin kepada Amerika Serikat pada Kamis (30/4/2026). Berdasarkan laporan Axios, dua sumber yang mengetahui isi dokumen tersebut menyebutkan bahwa proposal itu mencantumkan tenggat waktu satu bulan untuk mencapai kesepakatan.
Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade laut oleh AS, serta pengakhiran konflik secara permanen di Iran dan Lebanon.
Selain itu, Iran mengusulkan bahwa jika kesepakatan awal tercapai, maka akan dilanjutkan dengan negosiasi tambahan selama satu bulan untuk membahas isu program nuklir.
Trump Belum Puas dengan Proposal Iran
Di sisi lain, Presiden Donald Trump sempat menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal yang diajukan Iran. Meski demikian, pada Sabtu (2/5/2026), ia mengungkapkan tetap akan mempelajari isi dokumen tersebut sebelum mengambil keputusan.
“Saya sedang mempelajarinya. Nanti saya beri tahu,” ujar Trump sebelum meninggalkan Palm Beach menuju Miami.
“Mereka sudah memberi tahu saya tentang konsep kesepakatannya. Sekarang mereka akan memberikan kata-kata pastinya,” lanjut dia.
Baca Juga : IRGC Kian Keras, Trump Tolak Proposal Terbaru Iran
Namun tidak lama setelah itu, Trump menyampaikan pernyataan yang lebih tegas melalui Truth Social dengan menyebut “tidak dapat membayangkan hal (proposal) itu dapat diterima.”
Ia juga menilai bahwa Iran belum menanggung konsekuensi yang cukup besar atas tindakan mereka terhadap dunia internasional selama beberapa dekade terakhir.
