Iran Klaim Tetap Bisa Tarik Biaya Kapal di Selat Hormuz
Iran dikabarkan berhasil memasukkan klausul mengenai biaya layanan maritim di Selat Hormuz ke dalam kerangka kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).
Menurut laporan Fars News Agency, klausul tersebut dimasukkan pada tahap akhir perundingan dan bertujuan menegaskan kedaulatan Iran bersama Oman atas jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Kesepakatan damai antara AS dan Iran sebelumnya diumumkan sebagai langkah untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat perang.
Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan pengumuman tersebut pada Minggu (14/6/2026).
“Kesepakatan dengan Iran kini telah lengkap. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” ujar Trump.
Baca Juga: IMF Sebut Perdamaian AS Iran Belum Akhiri Dampak Ekonomi Global
Iran Klaim AS Terima Biaya Layanan Maritim
Fars News Agency mengutip sumber yang disebut mengetahui jalannya negosiasi dan menyatakan bahwa perubahan terhadap naskah nota kesepahaman dilakukan menjelang kesepakatan final.
“Pada saat-saat terakhir negosiasi, teks memorandum kesepahaman telah diamandemen untuk menekankan secara jelas dan tegas isu kedaulatan Iran-Oman atas Selat Hormuz,” kata Fars mengutip sumber anonim tersebut.
Menurut laporan tersebut, penggunaan istilah “layanan maritim” dalam dokumen menjadi indikator bahwa AS menerima keberadaan biaya yang akan dikenakan kepada kapal yang melintas.
“Penggunaan istilah ‘layanan maritim’ berarti bahwa Amerika Serikat telah menerima bahwa biaya akan dibayarkan kepada Iran,” ujarnya.
Meski demikian, isi lengkap nota kesepahaman hingga kini belum dipublikasikan kepada publik.
Sejumlah laporan menyebut dokumen tersebut memuat 14 poin kesepakatan, termasuk pembahasan mengenai aset Iran yang dibekukan serta isu program nuklir Teheran.
Selat Hormuz Kembali Dibuka
Kesepakatan damai diumumkan setelah proses negosiasi yang berlangsung selama beberapa pekan dan sempat diwarnai ancaman berlanjutnya konflik.
Trump menyatakan Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade Iran sejak awal perang akan kembali dibuka untuk lalu lintas perdagangan internasional.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan kesepakatan tersebut mengakhiri konfrontasi militer secara langsung antara kedua negara.
Ia menambahkan bahwa Washington dan Teheran akan melanjutkan pembicaraan selama dua bulan ke depan guna mencapai kesepakatan akhir yang lebih komprehensif.
Militer Iran menyambut perkembangan tersebut sebagai kemenangan strategis dan menyatakan pihaknya berhasil menekan AS serta Israel selama konflik berlangsung.
Perang diketahui dimulai pada 28 Februari 2026 setelah serangkaian serangan udara besar-besaran yang memicu eskalasi di kawasan.
Di sisi lain, Israel menegaskan tidak akan menarik seluruh pasukannya dari sejumlah wilayah konflik.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon, Suriah, dan Gaza untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya menjalankan kebijakan yang jelas bahwa IDF akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza untuk periode waktu yang tidak terbatas, guna melindungi perbatasan dan komunitas Israel dari sana terhadap elemen-elemen jihad,” kata Katz.
Baca Juga: 5 Poin Kesepakatan Damai-Iran AS yang Guncang Dunia, Apa Saja?
Pasar dan Dunia Internasional Sambut Positif
Pengumuman kesepakatan damai mendapat respons positif dari berbagai negara dan organisasi internasional.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah penting menuju penyelesaian konflik yang lebih luas.
Arab Saudi, Mesir, dan Pakistan turut menyambut baik perkembangan tersebut.
Sementara itu, Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia menyatakan kesiapan mereka untuk mencabut sanksi terhadap Iran serta mendukung proses diplomasi jangka panjang bersama AS dan negara-negara kawasan.
Pasar energi global juga merespons positif kabar tersebut.
Harga minyak dunia turun hampir lima persen pada awal perdagangan Senin setelah muncul harapan bahwa pasokan energi global akan kembali stabil seiring dibukanya Selat Hormuz.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menilai kesepakatan damai itu berpotensi menekan biaya energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Timur Tengah.

[…] Iran Klaim Tetap Bisa Tarik Biaya Kapal di Selat Hormuz […]
[…] Iran Klaim Tetap Bisa Tarik Biaya Kapal di Selat Hormuz […]